Komoditi Ini Penyebab Inflasi di 2 Kota di Papua | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapary. Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapary.

Komoditi Ini Penyebab Inflasi di 2 Kota di Papua

Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 04 April 2019 14:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura - Pada Bulan Maret 2019 kedua kota IHK di Provinsi Papua tercatat mengalami perubahan angka indeks yang sama dimana Kota Jayapura mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dan Merauke mengalami inflasi 0,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) masing-masing sebesar 141,27 dan 138,46.

Kota Jayapura menempati urutan ke-22 di tingkat nasional dan ke-4 di tingkat Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), sedangkan Merauke menempati urutan ke-14 di tingkat nasional dan ke-2 di tingkat Sulampua.

“Faktor pendorong terjadinya inflasi di Merauke bulan Maret 2019 adalah kenaikan harga pada beberapa komoditas antara lain kacang panjang, beras, kangkung, cabai merah, mujair, ikan asin belah, bawang merah, daun singkong, terong panjang, dan kopi, “jelas Simon Senin pekan ini.

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain kol putih/kubis, angkutan udara, udang basah, daun kemangi, bayam, ikan paha, cabai rawit, kembang kol, minuman ringan, tomat buah, dan Inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bulan Maret sebesar 0,49 persen dan inflasi year on year (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 5,10 persen. Inflasi tahun kalender Merauke di bulan Maret 2019 sebesar -1,82 dan inflasi year on year (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 1,61 persen.

Secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 51 kota mengalami inflasi dan 31 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi di Kota Jayapura terjadi akibat kenaikan harga barang dan jasa yang disebabkan oleh angka indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,03 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,14 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,35 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,03 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,02 persen.

Adapun kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen. Di Merauke kenaikan harga barang dan jasa disebabkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,56 persen; kelompok sandang sebesar 0,08 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen.

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,53 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,13 persen.

Faktor pendorong terjadinya inflasi di Kota Jayapura bulan Maret 2019 adalah penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain: angkutan udara, ikan ekor kuning, ikan cakalang, cabai merah, shampo, emas perhiasan, mie kering instant, ikan kawalina, telur ayam ras, ikan mumar, dan lain-lain.

Adapun komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain: cabai rawit, ikan kembung, bawang merah, wortel, tomat buah, bawang putih, daging ayam ras, tomat sayur, kol putih/kubis, tarif listrik, dan lain-lain.

Faktor pendorong terjadinya inflasi di Kota Jayapura bulan Maret 2019 adalah penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain angkutan udara, ikan ekor kuning, ikan cakalang, cabai merah,
shampo, emas perhiasan, mie kering instant, ikan kawalina, telur ayam ras, ikan mumar, dan lain-lain.

Adapun komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain: cabai rawit, ikan kembung, bawang merah, wortel, tomat buah, bawang putih, daging ayam ras, tomat sayur, kol putih/kubis, tarif listrik, dan lain-lain. (Zulkifli)

Dibaca 70 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX