Jokowi Harum Bagaikan Harum Bunga Mawar | Pasific Pos.com

| 23 October, 2019 |

Jokowi Harum Bagaikan Harum Bunga Mawar

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Oleh:  Zonggonao A, SP.,M.Si



Sejarah tumbuh dan berkembang bersama manusia, manusia berkembang bersama sejarah. Artinya tidak ada cerita sejarah tidak ada manusia sebagai akal dan budi untuk pemikir untuk kehidupan komunitasnya. Bukti yang perlu dan boleh harus bersyukur dan berterimakasih kepada tuhan karena beliau memberikan suatu alam yang luar biasa diatas kaltolistiwa dengan kekayaan yang luar biasa juga untuk mereka berkembang dengan menikmati atas kekayaan yang diberikan.  Akan tetapi kekayaan itu meninggalkan kita dan pergi berdiam di negeri orang karena ulah kita sendiri.  

Kita perlu melihat  hal itu bahwa intelektual orang indonesia sangat luar biasa karena tuhan memberikan akal itu digunakan untuk kebutuhan bersama masyarakat indonesia dari sabang sampai mereuke. Tetapi akal berpikir baik itu dijadikan sebagai bahan kekerasan menentang.  Mengapa saya katakan itu karena  terlihat kita di sana banyak profesor  indonesia telah mendidik kita menjadikan manusia, tetapi tumbuh  manusia keras, tumbuh manusia lebihitisnya dan individual jauh lebih banyak dari pada tumbuh manusia cerdas.  

Presiden Soekarno hadir sebagai orang penyelamat bangsa Indonesia Sabang sampai Merauke, namun orang lain menilai seakan-akan miliknya orang di pulau Jawa, tetapi orang di pulau Jawa saja menjadikan hal ini tumbuh dan berkembang banyak konotasi untuk menghancurkan orangnya sendiri.  Bukti konkrit Soekarno meninggal tidak ada tahu jelas banyak cerita.  Selanjutnya Soeharto dikonotasikan penjahat dan sebagainya.
 
Ketika SBY berkuasa saya pergi ke Jakarta tanya beberapa orang sopir taxi mereka jawab bahwa tadinya mereka merasa bangga dengan SBY, namun sekarang mereka katakan bahwa lebih jagonya adalah Jokowi.  Karena tadinya orang kecil anak kampung jadi tidak bisa bangun tapi sekarang beliau orang luar biasa mengangkat ke tingkat yang jauh lebih tinggi martabat Indonesia.  Kini menjadi satu harapan sorotan terhadap Jokowi tetapi kita ingat kembali bahwa sekarang Jokowi memegang jabatan tertinggi yang ada di bumi ini yang berhubungan dengan tuhan karena beliau kepala agama seluruh agama yang ada di Indonesia.  Beliau boleh katakan raja selama 10 tahun karena raja juga masih bisa berintraksi dengan beliau apalagi kekuasaan yang lain.  

Kita harus bersyukur kepada beliau karena bertujuan yang mulia ingin Indonesia sejahtera dari Sabang  sampai Merauke. Tetapi menjelek-jelekan beliau seperti anak kampungan. Beliau selalu mengatakan kerja, kerja dan kerja. Apa itu kerja yang menjadi pertanyaan kosakata itu. Perlu kita ketahui bahwa dengan kerja kita membangun bangsa yang dapat memahami sesuatu yang dan sayangi rakyatnya.  Namun tumbuh suatu kelakuan yang membawa dampak hancurnya negara, dengan naiknya tingkat koropsi kolusi nepotisme dan intoleransi sehingga Indonesia tidak bisa bangkit terus.

Beliau ingin menaikan atau memberikan idialismenya kepada generasi muda dengan menurunkan wawasan sebagai idiologinya dalam pengembangan dan perkembangan Indonesia masa depan dengan menanamkan bebas dari korupsi kolusi nepotisme dan anti intoleransi sehingga bisa mengatasi hal itu dengan melalui partai yang berlambang atau logo bunga mawar ini.  Artinya kita membangun bangsa ini dengan harum seperti bunga mawar, sehingga tidak terjadi sentimental yang tumbuh dimana-mana tetapi sayang dan menyayangi antara suku yang satu dengan suku yang lain di bangsa ini. Jika tidak demikian kekacauan merajalela, sehingga tidak tumbuh dengan baik dan seakan-akan hidup di negeri orang lain.

Oleh karena itu, uraian di atas, Jokowi menurunkan idiologinya ini kepada generasi muda, maka apakah generasi muda mampu mencernak pikiran ini atau diabaikan agar kita semua hancur. Mari kita berpikir sejenak menjadi satu panutan bagi kita semua generasi muda bersatu menentang korupsi kolusi nepotisme dan anti intolerasi dan mengambil estafet ini. Dengan cara apa kita ambil?  Ada banyak jalan seperti kita lihat sekarang Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menyalurkan aspirasinya. Maka mari generasi muda bergabung untuk memenangkan PSI berlogo mawar nomor urut 11.  

Partai ini benar-benar miliknya Jokowi, bapak Presiden Jokowi dimana kita juluki sebagai bapak pembangunan ekonomi. Karena beliau utamakan tentang pengembangan ekonomi jauh lebih diperhatikan dari pada yang lain. Karena kita senang kalau sama-sama sehat, kita sehat bisa sama-sama pintar, kita pintar bisa sama-sama kerja dan kita kerja sama-sama digital. Maka kita semua menuju kepada sama-sama indonesia yang bahagia, itulah arti yang mewakili sebagai kata solidaritas.

Dengan demikian Partai Solidaritas Indonesia Dapil Provinsi Papua lebih khusus Kabupaten Nabire kita sama-sama menjaga suara kita, baik kabupaten provinsi maupun sampai di pusat. Jangan sampai pagar dibongkar binatang makan habis baru penyesalan, sehingga suara kita hilang sebelum sehari kita coblos.  Perlu diingat setiap Dapil harus jaga suaranya dengan baik. Pengalaman membuktikan bahwa 50% suara sering pencoblosan di malam hari oleh oknum yang tidak bertanggung jawab money politik. Apalagi Kabupaten Nabire rahasia sudah bocor adanya informasi pencoblosan di malam hari untuk kepentingan orang-orang/oknum  tertentu.

Semua kepala kampung yang ada di bumi Indonesia tidak mungkin akan menikmati uang kampung seperti sekarang ini kalau itu bukan Jokowi, dengan adanya dana kampung yang dicanangkan oleh Jokowi kita mampu memperbaiki semua-semuanya. Untuk itu suaramu untuk orang yang harum seperti logo bunga mawar ini, sehingga Indonesia harum dipandang oleh dunia lain.  Kalau Presiden Jokowi maka siapa lagi partai adalah logo bunga mawar nomor urut 11.
 
Zonggonao A adalah anak Nabire yang ada disini, sejak hutan ini masih primer sampai skunder artinya benar-benar anak Nabire, sehingga perlu untuk pengembangan dan pemekaran propinsi dan kabupaten dan kota Nabire, tidak mungkin dibicarakan oleh orang lain dan tidak berpengalaman.  Dan lagi beda partai. Kami Caleg dari partai PSI yang miliknya Jokowi maka bapak ibu, saudara/i dari semua partai jangan lupa berikan suaranya kepada PSI nomor urut 11 dan Caleg nomor 3 Zonggonao A.M.Si. DPR RI dari  Dapil Papua.

Dibaca 151 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX