Arsitek Indonesia Diminta Berperan Dalam Penataan Lingkungan | Pasific Pos.com

| 23 October, 2019 |

Arsitek Indonesia Diminta Berperan Dalam Penataan Lingkungan

Info Papua Penulis  Minggu, 31 Maret 2019 20:14 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Papua diminta ikut mendorong terciptanya perencanaan penataan lingkungan yang baik, di masing-masing wilayahnya.

“setiap arsitek juga harus memperhatikan aspek kondisi daerah dan budaya setempat. Paling tidak sebelum membuat perencanaan, terlebih dahulu dan wajib agar yang bersangkutan mengenal lingkungan sekitarnya. Sehingga apa yang dikerjakan kedepan, bakal memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,” terang Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri di Jayapura, pekan lalu.

Ia katakan, IAI merupakan satu asosiasi arsitek yang merupakan wadah di seluruh Indonesia hingga  di Papua dengan tujuan melakukan kegiatan keahlian di bidang perancangan bangunan. Keberadaan IAI dipandang penting di Papua, agar dapat mendorong keahlian di bidang pembentukan lingkungan.

Artinya, sambung Elysa, keberaadaan IAI diharapkan tak hanya memberi manfaat perencanaan, namun memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitarnya melalui pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Dengan demikian, keberadaan IAI tak cuma punya andil didalam rancang bangun gedung atau tata kelola lingkungan, namun bisa diandalkan dalam menggerakan roda perekonomian rakyat di wilayahnya”.

“Sebab IAI ini sepengetahuan saya memiliki anggota yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota Provinsi Papua. Karena itu, diharapkan keberadaan IAI di seluruh Papua bisa memberi dampak positif bagi rakyat dibidang ekonomi, khususnya masyarakay asli setempat,” harapnya

Asisten Elysa Auri pada kesempatan itu meminta agar IAI bisa menjadi mitra kerja yang baik bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diatas tanah ini, guna menyongsong pembangunan bumi cenderawasih lewat visi dan misi gubernur menuju Papua bangkit, mandiri, sejahtera yang berkeadilan.

Dibaca 139 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.