Kejari Sorong Limpahkan Tipikor Pembangunan Asrama Mahasiswa Teluk Bintuni ke Pengadilan | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Kejari Sorong Limpahkan Tipikor Pembangunan Asrama Mahasiswa Teluk Bintuni ke Pengadilan

Papua Barat Penulis  Kamis, 28 Maret 2019 12:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Sorong, Stevy S. Ayorbaba, SH melimpahkan perkara tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan asrama mahasiswa Teluk Bintuni di Kota Sorong dengan sumber APBD Kabupaten Teluk Bintuni Tahun Anggaran 2010 senilai Rp. 1,5 miliar lebih ke Pengadilan Tipikor Papua Barat di Manokwari, Rabu (27/3).

Ayorbaba mengatakan, selain melimpahkan perkara, pihak kejaksaan juga membawa 2 tersangka, yakni DM selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Teluk Bintuni bersama Dessy Siwabessy selaku Direktur CV Sinar Cendrawasih Sejahtera atau pihak ketiga. Keduanya pun dititipkan di Lapas Kelas II B Manokwari untuk menunggu proses persidangan.

“Berkas perkara kita limpahkan hari ini untuk mendapat penetapan jadwal persidangan oleh majelis hakim PN Manokwari,” kata Ayorbaba yang dikonfirmasi Tabura Pos di PN Manokwari, kemarin.

Ditambahkannya, dalam perkara ini, Decky Asmuruf selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), diduga bekerja sama dan menyerahkan paket pekerjaan pembangunan asrama mahasiswa Teluk Bintuni di Kota Sorong ke pihak ketiga, dalam hal ini CV Sinar Cendrawasih Sejahtera yang dipimpin Dessy Siwabessy, tetapi tidak melalui proses pelelangan.

Ia mengungkapkan, yang bersangkutan juga diketahui beberapa kali melakukan pengiriman dana ke rekening pribadi yang diperkirakan mencapai Rp. 70 juta lebih.

Di sisi lain, Dessy Siwabessy selaku pihak ketiga bukan orang yang mengerjakan paket pekerjaan, tetapi pekerjaan yang sebelum diterimanya dari Decky Asmuruf, justru diserahkan ke Brendy untuk dikerjakan.

Belakangan setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, tambah dia, barulah diketahui jika Dessy Siwabessy telah menerima pencairan dana 100 persen atas pekerjaan pembangunan asrama mahasiswa Teluk Bintuni di Kota Sorong, tetapi faktanya, pekerjaan belum diselesaikan 100 persen.

Menurut Ayorbaba, atas perbuatannya dan berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP Perwakilan Provinsi Papua Barat, ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 900 juta lebih. “Atas perbuatan tersebut, kami menilai bahwa unsur mengutungkan diri sendiri yang dilakukan Decky Asmuruf dan Dessy Siwabessy sangat nampak,” katanya.

Sementara Panitera Muda Tipikor PN Manokwari, Leonard Simarmata, SH mengaku, berkas perkara tipikor pembangunan asrama mahasiswa Teluk Bintuni di Sorong, sudah diterima dari JPU Kejari Sorong.

Lanjut dia, berkas itu akan diteruskan ke Ketua PN Manokwari, Heru Hanindyo, SH, MH, LLM untuk dipelajari dan menunjuk majelis hakim untuk menyidangkan perkaranya. “Sesuai prosedur, berkas perkaranya akan diproses selama 7 hari, kemudian akan ditetapkan jadwal untuk persidangan awal,” terang Simarmata. [BOM-R1]

Dibaca 225 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.