WWF Apresiasi Digagalkannya Upaya Penyelundupan Kura-Kura | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Manager Selatan Papua WWF Indonesia, Bernadus Tethool (Foto:iis) Manager Selatan Papua WWF Indonesia, Bernadus Tethool (Foto:iis)

WWF Apresiasi Digagalkannya Upaya Penyelundupan Kura-Kura

Papua Selatan Penulis  Kamis, 28 Maret 2019 11:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Digagalkannya upaya penyelundupan kura-kura moncong babi di pelabuhan laut Merauke beberapa waktu lalu diapresiasi oleh Manager Selatan Papua WWF Indonesia, Bernadus Tethool karena keberhasilan itu merupakan salah satu wujud peningkatan kerja dari peran dan kolaborasi para pihak terutama dari sisi aparat penegak hukum. Semua itu memang diatur dengan peraturan dan ada proses tersendiri sehingga aktifitas apapun yang berkaitan dengan perdagangan kura-kura moncong babi harus dicek legalitasnya.

Dalam hal ini kewenangan itu ada pada pihak KSDA. Tetapi dengan tertangkapnya pelaku penyelundupan 2.000 lebih kura-kura moncong babi beberapa waktu lalu melalui kapal maka hal tersebut patut diberikan apresiasi dan WWF mengakui itu. “Kami memberikan apresiasi luar biasa kepada pihak kepolisian terutama yang bertugas di kawasan pelabuhan. Seperti yang diketahui pelabuhan menjadi salah satu pintu atau jalur dalam upaya perdagangan satwa illegal,”ujarnya kepada wartawan di Hotel Megaria belum lama ini.

Ia berharap dalam proses penyelidikan terutama untuk menentukan apakah perdagangan kura-kura tersebut legal atau ilegal maka harus ada kolaborasi para pihak khususnya dari sisi penegakan hukum. Selain itu pihak media juga perlu terus mengawal permasalahan ini agar pelaku benar-benar ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi jika memang mereka terbukti bersalah maka harus dikenai sanksi tegas. Apalagi saat ini memang tengah memasuki musim bertelur dan menetasnya kura-kura moncong babi sehingga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan itu.

Dibaca 79 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.