Bupati Mathius Hadiri Raker 10 Gubernur Anggota FKD-MPU di Bandung | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si. Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si.

Bupati Mathius Hadiri Raker 10 Gubernur Anggota FKD-MPU di Bandung

Info Papua Penulis  Rabu, 27 Maret 2019 20:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., menghadiri kegiatan rapat kerja (Raker) Gubernur Anggota Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) XIX, di Bandung, Jawa Barat.

Rapat kerja ini dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo serta dihadiri kepala daerah anggota FKD-MPU maupun perwakilannya. Raker Gubernur Anggota FKD-MPU dari 10 provinsi ini berlangsung mulai tanggal 26 sampai 28 Maret 2019.

“Ya, pada Selasa malam saya menghadiri undangan dari rapat kerja (Raker) para gubernur 10 provinsi di Bandung. Dimana, mereka membahas tentang sinergitas dan kerjasama pembangunan antar daerah yang berbasis bencana alam” ungkap Mathius kepada wartawan, Rabu (27/3) malam, di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Alam, Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura ini, pembangunan termasuk tata ruangnya maupun perencanaannya antar daerah itu semua menuju kepada berbasis bencana alam (mitigasi). "Dikarenakan bangsa kita ini dilalui atau berada di jalur yang rentan terhadap bencana alam, sehingga semua (pembangunan antar daerah) sudah menuju kesana,"jelasnya.

"Kebetulan di Kabupaten Jayapura, kita mengalami hal yang sama maka mereka mengundang saya untuk menghadiri Raker tersebut,” sambung Mathius.

Dirinya menyebutkan, dalam rapat kerja tersebut Mendagri hadir dan sekaligus membuka kegiatan ini, kemudian acara ini juga dihadiri gubernur DKI dan ada 9 gubernur lainnya dimana 10 gubernur yang tergabung dalam anggota FKD-MPU itu terdiri dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bandar Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Daerah Isitimewa Yogyakarta dan Bali.

Mathius menilai, kegiatan ini sangat penting, karena memang kedepan dengan adanya kejadian ini, maka semua tata ruang atau desain pembangunan itu harus berbasis perhitungan-perhitungan terhadap resiko bencana alam tersebut.

“Jadi kita tidak bisa pakai sistim lama itu sudah tidak bisa lagi, karena semua sudah menuju kesitu secara rasional dan ada cara-cara bagaimana itu bisa kita membangun kerjasama. Kita juga sempat berdiskusi dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, bahwa apa yang mereka sudah rancangkan itu mungkin bisa kita diskusikan lagi secara khusus disini,” tuturnya.

“Nah, nantinya ada tim mereka yang akan datang kesini untuk kita bisa berbagi ilmu, karena di Jawa Barat kan didukung dengan tenaga-tenaga ITB yang memang punya keahlian untuk bisa mengkaji dan juga bisa merumuskan dengan contoh-contoh di negara lain seperti di Jepang,” tukas Mathius menambahkan.

Dibaca 147 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini