Kota Jayapura Juara Umum Kejuraan Mandala PBSI Papua Cup | Pasific Pos.com

| 19 June, 2019 |

Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano, ketika menyerahkan piala pergilir kepada Ketua Pengcab PBSI Kota Jayapura. Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano, ketika menyerahkan piala pergilir kepada Ketua Pengcab PBSI Kota Jayapura.

Kota Jayapura Juara Umum Kejuraan Mandala PBSI Papua Cup

Olahraga Penulis  Rabu, 27 Maret 2019 20:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Para pebulutangkis dari Pengcab dan klub Kota Jayapura tampil sebagai juara umum Kejuaraan Mandala PBSI Papua 2019. Pada pertandingan terakhir di GOR Waringin, Selasa (26/3) malam.

Dari tujuh nomor yang dipertandingkan baik untuk kelompok kategori anak-anak, remaja, dewasa  dan veteran, pebulutangkis Kota Jayapra meraih 4 medali emas, 8 Perak dan 11 perunggu.

Diposisi kedua ditempati Kabupaten Nabire dengan 3 medali emas, 2 Perak dan 3 medali perunggu. Diperingkat ketiga Kabupaten Merauke dengan 3 medali emas, 2 perak 2 medali perunggu.

Walikota Jayapura, Benhur  Tomi Mano dalam sambutannya pada penutupan kejurda, memberikan apresiasi atas terselenggarakannya kejuaraan ini. “kita bisa melihat banyaknya bibit pebulutangkis daerah yang muncul. Ini menunjukkan kekuatan bulutangkis di Papua masih ada. Namun beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan,” ujarnya.

Pria yang disapa BTM menambahkan,  kejurda ini menjadi seleksi para atlet untuk diterjunkan ke Pekan Olahraga Pelajar Nasional Indonesia (Popnas) bulan Oktober mendatang.

“Mari kita mendukung dan berdoa agar POPNAS dan PON bisa terleksana dengan baik. Dan GOR Waringin ini juga akan menjadi venue pertandingan cabor Bulutangkis pada PON nantinya. Semoga pembinaan bisa berjalan dengan baik sehingga bisa meraih prestasi pada POPNAS dan PON,” tandasnya.

Kejuaran bulutangkis Mandala PBSI 2019 yang berlangsung sejak 20 Maret lalu diikuti sebanyak 362 atlet dari sejumlah club dan  Pengcab PBSI kabupaten dan Kota.

Tahun depan, kami berharap peserta kejurda akan lebih banyak lagi dan semua pengcab bisa mengirimkan atletnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab PBSI Nabire Suroso Miswan, mempertanyakan status juara umum yang diberikan panitia kepada Pengcab PBSI kota Jayapura.

Menurutnya, penghitungan perolehan medali klub Mandala dan Mutiara tidak bisa digabungkan ke Pengcab Kota Jayapura, walaupun sama-sama berasal dari Jayapura.

“penghitungan medali Nabire juara pertama, makanya kita ajukan protes ke panitia, medali klub tidak bisa digabungkan ke Pengcab,” kata Suroso via WhatsAppnya, Rabu pagi kemarin.

Ketua Panitia kejuaraan Bulutangkis Mandala Cup, Piter Kainama, memahami dan mengapresiasi protes yang diajukan oleh tim bulutangkis dari Kabupaten Nabire.

Namun, diketahui bahwa klub Mandala dan Mutiara masuk dalam binaan Pengcab PBSI Kota Jayapura. “walaupun atlet bertandingan membawa nama klub, tetapi medalinya masuk  hitungan pengcab PBSI Kota Jayapura,” urainya.

Piter menambahkan, lewat kejuaraan ini ada beberapa atlet yang sudah dipantau oleh tim teleskoting PBSI. Harapan kami atlet-atlet yang terpilih lewat kejuaraan ini dapat mengharumkan nama Papua dalam event Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) ke-XV pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Dibaca 100 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.