Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Sawah Tergenang | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Edi Santosa (foto:iis) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Edi Santosa (foto:iis)

Curah Hujan Tinggi, Akibatkan Sawah Tergenang

Papua Selatan Penulis  Rabu, 27 Maret 2019 13:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Edi Santosa mengemukakan bahwa dampak dari curah hujan yang cukup tinggi selama seminggu terakhir ini memang mengakibatkan sejumlah lokasi persawahan tergenang air.

Berdasarkan pemantauan pihak dinas dan penyuluh diketahui bahwa kondisi terparah menimpa lahan yang ada di Kampung Mimi Baru seluas 85 hektar, Kampung Kamno Sari 80 hektar, Kampung Nggutibob 105 hektar, Kampung Wasur 105  hektar dan Distrik Malind kurang lebih 70 hektar.

Namun demikian berdasarkan pantauan beberapa hari lalu air sudah mulai surut sehingga sejumlah tanaman yang umurnya sudah di atas 1,5 bulan khususnya yang ada di Kampung Wasur diharapkan masih dapat terselamatkan. Kecuali untuk tanaman yang masih berumur di bawah 2 Minggu memang harus dilakukan penanaman ulang.  “Yang mungkin agak ekstrim adalah di Kampung Mimi Baru karena airnya cukup tinggi hingga 60cm sehingga dari 85 hektar ini, perkiraan kami hampir separuh yang berpotensi gagal panen apabila air tidak surut,”jelasnya kepada wartawan di Restoran Pinang Sirih Jumat lalu.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Kampung Kamno Sari dan Mimi Baru mengalami kondisi ekstrim karena permukaan air sungai Maro yang meluap ke lahan persawahan sehingga sulit untuk menyelamatkan tanaman yang tergenang.  Oleh sebab itu pihaknya berupaya memberikan pemahaman kepada para petani  dengan mengerahkan petugas di tingkat kampung untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan pihak distrik, Babinsa dan seluruh kelompok tani guna mengupayakan penyelamatan tanaman yang siap panen.

Contohnya saja untuk lahan  yang ada di Kampung Nggutibob sehingga lahan 100 hektar tersebut dapat terselamatkan mengingat 1 hingga 2 Minggu ke depan sudah masuk waktu panen.  Pihaknya juga menyarankan agar petani dapat melakukan panen secara manual sehingga padi yang siap panen dapat terselamatkan. Pihak dinas juga sudah memberikan dukungan untuk upaya ini sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.

Dibaca 94 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.