Atasi Degradasi Dengan Penanaman Kontinu | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Ketua Pengcab Wilayah II IKA-SKMA, Johanes Ohoiledyaan (foto:iis) Ketua Pengcab Wilayah II IKA-SKMA, Johanes Ohoiledyaan (foto:iis)

Atasi Degradasi Dengan Penanaman Kontinu

Papua Selatan Penulis  Selasa, 26 Maret 2019 13:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Pengcab Wilayah II IKA-SKMA,  Johanes Ohoiledyaan mengemukakan bahwa secara faktual kondisi hutan di Merauke mengalami degradasi dan tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang dengan masuknya beberapa perusahaan yang bergerak di sector pengelolaan sawit sehingga berdampak pada lingkungan. Oleh sebab itu IKA-SKMA turut memasukkan hal tersebut dalam pembahasan program-program kerja sehingga bisa bersinergi dengan baik dan manfaat hutan tidak sia-sia namun memiliki manfaat dalam peningkatan perekononiam masyarakat.

Terkait dengan masalah degradasi hutan di Papua  ini memang menjadi isu utama dalam wadah IKA-SKMA sehingga Pengcab Wilayah II akan turut menyuarakan hal tersebut.  Sesuai dengan program di pusat yakni Gerakan Menanam  Anak Bangsa (Gerbangmas) yang dipelopori oleh Pengurus Pusat IKA-SKMA maka setelah pelaksanaan Musda II, pengurus akan menyusun program yang berkaitan dengan penanaman secara kontinyu. Sebab dalam program Gerbangmas diwajibkan untuk satu alumni minimal menanam 20 pohon.

“Jadi dengan berpedoman pada satu garis komando dari pusat maka kami akan melakukan penanaman dengan tetap berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup khususnya di Kabupaten Merauke guna menentukan titik mana saja yang dapat menjadi sasaran penanaman sehingga akan  mampu mengatasi persoalan degradasi hutan,”ujarnya kepada wartawan di Swiss-Belhotel belum lama ini. Selain itu dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup ke depan maka kuncinya hanya satu yaitu perlu adanya sinergitas sehingga jika ada perbedaan atau ego sektoral yang terjadi maka tetap ada dalam sebuah sinergitas.

Ia menjelaskan, wadah IKA-SKMA berfungsi untuk itu sehingga tantangan-tantangan yang berhubungan dengan kehutanan maupun lingkungan dapat diatasi dengan mengambil langkah-langkah khusus sehingga ada pemahaman yang sama dan bersinergi terkait dengan program. Jadi ada kolaborasi semua stake holder sehingga pembangunan kehutanan dan lingkungan hidup ke depan bisa lebih bermanfaat, tentunya untuk di Provinsi Papua khususnya di Kabupaten Merauke.  IKA-SKMA adalah organisasi besar dan tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota kurang lebih 10.000 orang dan untuk di Pengda Papua sendiri ada sekitar 600 orang. Pengda Papua terdiri dari 5 wilayah yaitu Pengcab Wilayah 1 di Jayapura, wilayah II ada di Merauke, Boven Digoel dan Mappi, wilayah III di Nabire, Biak, Serui, wilayah IV ada di Wamena seputaran pegunungan dan  wilayah V ada di Asmat, Timika dan Nduga.

Jadi tersebar di seluruh kabupaten/kota dan meliputi hampir semua profesi namun memang lebih banyak di lingkup UPTKLHK dan Dinas Kehutanan. Namun begitu ruang lingkup yang difokuskan tidak hanya sebatas dalam menjaga lingkungan dan hutan semata karena sudah tersebar di seluruh profesi sehingga diharapkan bisa bersinergi dan fokus untuk pembangunan hutan. “SKMA sendiri hanya ada di 5 daerah yaitu di Kadipaten, Pekan Baru, Samarinda, Makassar dan Manokwari. Jadi sekolah ini hanya ada 5 di seluruh Indonesia,”pungkasnya.

Dibaca 128 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini