Pdt. Nathaniel : Nduga Sudah Aman, Kembalikan Para Guru dan Siswa | Pasific Pos.com

| 19 April, 2019 |

Para siswa asal Nduga yang mengikuti USBN di Wamena beberapa waktu lalu. Para siswa asal Nduga yang mengikuti USBN di Wamena beberapa waktu lalu.

Pdt. Nathaniel : Nduga Sudah Aman, Kembalikan Para Guru dan Siswa

Lintas Daerah Penulis  Senin, 25 Maret 2019 17:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,  Pendeta Nathaniel Tabuni Kordinator Gereja KINGMI se kabupaten Nduga menegaskan bahwa saat ini kondisi di Nduga sudah aman dan masyarakat telah kembali pada aktifitas sehari hari.

Pendeta Nathaniel Tabuni sejak insiden pembunuhan 21 pegawai PT Istaka pada awal Desember 2018 ini tetap setia berada di tengah-tengah rakyat bersama TNI/Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pendeta Tabuni sangat menyayangkan adanya sekelompok orang yang memanfaatkan kondisi Nduga dan rakyat sebagai proyek untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya dengan membuat issue-issue bohong sehingga Pdt. Tabuni merasa penting untuk angkat bicara.

Pdt. Nathaniel Tabuni di halaman  kantor distrik Mbua kabupaten Nduga meminta agar semua anak sekolah yang saat ini berada di Gereja KINGMI Jemaat Woneroma  Wamena  segera dikembalikan dan dibawa ke Nduga.

"Situasi keamanan di distrik Dal, Yal dan Mbua aman. Kehidupan masyarakat sudah normal. Sehingga semua tenaga guru dan anak-anak sekolah harus kembali ke Mbua karena fasilitas SMA, SMP dan SD Inpres ada di distrik Mbua," ujar Pdt Nathaniel.

Pak pendeta pun meminta agar semua bantuan dari pemerintah baik dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat agar dikirim ke kabupaten Nduga dan jangan diberhentikan atau dikirim ke Gereja Wonorema Kota Wamena.

"Bapak TNI dan Polisi tidak akan membunuh masyarakat sipil yang tidak berdosa. Mereka hanya , mengejar TPN OPM. Justru sebaliknya TNI sangat membantu dan melindungi rakyat," ujarnya.

Sementara itu Pdt. Utlok Umbere selaku kepala sekolah SMA Mbua menyatakan bahwa pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di SMTK distrik Mbua  dimulai  sejak Selasa 19 Maret sampai dengan Jumat 22 Maret 2019.
 
 Pdt. Utlok Umbere selaku kepala sekolah menegaskan ujian tetap dilaksanakan meskipun kegiatan belajar mengajar telah berhenti selama kurang lebih 4 bulan. "Kegiatan ujian hanya diikuti sebagian siswa karena sebagian lagi ada ditahan di Wamena. "Saya sudah minta berulang kali agar seluruh siswa dan guru kembali ke Mbua karena situasi sudah aman ada anggota TNI yang menjaga dan harapannya UAN bulan depan dapat dilaksanakan disini," ujarnya.

Dibaca 38 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.