Venue PON di Kabupaten Jayapura Bebas dari Banjir Bandang | Pasific Pos.com

| 17 November, 2019 |

Venue PON di Kabupaten Jayapura Bebas dari Banjir Bandang

Olahraga Penulis  Kamis, 21 Maret 2019 16:38 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di klaster Kabupaten Jayapura dipastikan aman dari banjir bandang yang  melanda kabupaten tersebut sejak, Sabtu, 16 Maret 2019 lalu.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku, pihaknya sudah meninjau venue PON di Kabupaten Jayapura, dan dipastikan semua venue yang sementara dibangun di Klaster Kabupaten Jayapura sampai saat ini aman dan proses pekerjaan berjalan seperti biasa.

"Venue PON di Kabupaten Jayapura masih  aman, banjir kemarin tidak sampai merusak fasilitas yang sementara dibangun," ujar Gubernur Papua Lukas Enembe kepada Pers usai pertemuan dengan Kepala Perwakilan BPK Papua, Kamis, 21 Maret 2019.

Namun, dirinya mengakui jika banjir kemarin talud air di belakang stadion Papua Bangkit rusak dan air masuk ke lapangan pemanasan.

"Air sempat masuk ke lapangan pemanasan, tapi sudah dapat diatasi oleh pihak perusahaan, dan talud yang rusak sementara di perbaiki," jelasnya.

Dengan kondisi Jayapura yang terus diguyur hujan, tentu akan mengganggu aktivitas pekerjaan stadion. Sehingga pembangunan yang rencananya rampung bulan April, bisa dipastikan molor lagi.

"Dari laporan pihak perusahaan pembangunan akan molor bisa sampai dua bulan, karena material diambil dari Doyo, sementara jembatan ada yang putus, harapan kami, jembatan yang sementara di kerjakan TNI dan Polri  bisa cepat selesai," harapnya.

Dikatakan, venue PON di Kabupaten Jayapura yang sementara dibangun adalah venue Hockey dan Cricket di Doyo, GOR GIDI depan Yonif 751, Stadion Papua Bangkit, Aquatic, lapangan tembak dan GOR Istora.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Olah raga dan Pemuda Papua, Daud Ngabalin mengatakan, curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini dikhawatirkan membuat pengerjaan terhambat.

"Sudah pasti kalau hujan  seperti ini dapat memperlambat pembangunan lintasan lari, apalagi pengaspalan lintasan lari membutuhkan cahaya matahari," jelasnya.

Daud menambahkan, untuk proses pengerjaan Lintasan Lari Stadion Papua Bangkit bukan pada mengejar cepat selesai pengerjaan tetapi lebih kepada kualitas.

Oleh karena itu, pihak perusahaan  pasti akan  meminta penambahan waktu pekerjaan. Karena dalam proses pengaspalanini dia harus kena sinar matahari langsung sekitar 5 jam. Jadi untuk pemgerjaan sintetis itu 5 jam, jadi kalau hujan pengerjaan berhenti. Karena kita kejar kualitas bukan waktu selesai tapi mengejar kualitas untuk kualitas nomor 1,” terangnya.

Dibaca 221 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.