Pembangunan Stadion di Mimika Sudah Proses Lelang MK | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Robert Mayaut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Robert Mayaut

Pembangunan Stadion di Mimika Sudah Proses Lelang MK

Lintas Daerah Penulis  Kamis, 21 Maret 2019 00:20 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Robert Mayaut mengatakan, proyek pembangunan stadion bola kaki yang berlokasi di belakang Mimika Sport Compleks (MSC) kini dalam tahap proses pelelangan Manajemen Konstruksi (MK)

"Masalah stadiun itu kita mau lelang MK (Manajemen Konstruksi) untuk nilai berdasarkan permen PU nomor 22 tahun 2018 tentang pembangunan gedung negara," kata Robert usai mengikuti apel ASN di halaman kantor Pusat Pemerintahan SP3 Distrik Kuala Kencana, Rabu (20/3).

Ia membeberkan, anggaran yang akan di gelontorkan sebesar Rp 200 miliar. Yang nantinya anggaran tersebut akan dibagi baik dari perencanaan maupun pengawasannya.

"Untuk pembangunan itu total kotor 200 miliar," ungkapnya.

Sementara itu ditanya terkait pengerjaan fisik. Kata Robert, pelaksaan pengerjaan fisik akan dilakukan setelah proses pelelangan usai. Kendati demikian, pihaknya akan mengejar pengerjaan tersebut sebab stadion yang akan dibangun untuk persiapan perhelatan PON XX tahun 2020 di Papua yang mana membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

"Kalau untuk fisiknya akan dilakukan setelah pelelangan dan saat ini kita lagi percepat pelelangan," ungkapnya.

Namun untuk mengajukan proyek tersebut kedalam proyek multi years, pihak DPRD harus mengeluarkan ijin prinsip sehingga proyek tersebut bisa dianggap dan dilaksanakan ditahun depan sesuai masa jabatan pimpinan daerah.

"Tapi untuk multi years itu tahun depan karena harus ada ijin prinsip dewan, tapi tergantung juga pada masa jabatan pimpinan daerah," jelasnya. (Ricky).

Dibaca 157 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX