Program 100 Hari Kerja, Bupati Deiyai Coba Daratkan Pesawat Berbadan Besar | Pasific Pos.com

| 25 June, 2019 |

Program 100 Hari Kerja, Bupati Deiyai Coba Daratkan Pesawat Berbadan Besar

Beri rating artikel ini
(0 voting)

WAGHETE,- Dalam program 100 hari kerja, Bupati Kabupaten Deiyai mencoba untuk mendaratkan (landing) pesawat berbadan besar dalam hal ini pesawat jenis ATR. Demikian dikatakan Bupati Kabupaten Deiyai Ateng Edowai, Minggu (17/3) saat ditemui media ini dikediaman Kabandara Waghete.  

Dalam program prioritas 100 hari kerja saya akan mencoba landing pesawat ATR, itu salah satu bagian dari 24 item yang harus saya selesaikan dalam 100 hari kerja, katanya.

Menurut Bupati Ateng Edowai, Deiyai memiliki lapangan terbang yang cukup panjang yang sudah lama dibangun namun selama ini pesawatnya yang masuk baru berbadan kecil, untuk itu harapan saya deiyai menjai pusat penerbangan yang strategis bagi masyarakat dogiyai, paniai, dan Deiyai sendiri.

Sedangkan masyarakat dari Waghete-Nabire, Waghete-Timika selama ini ada pesawat kecil perintis, sekarang kita harus berusaha semaksimal mungkin agar pesawat bisa mendarat di Deiyai di Waghete kemudian pelayanan msayarakat dari 3 kabupaten di pedalaman itu lancar. Dan saya percaya apabila hubungan itu sudah lancar maka Investor akan datang.

"Saya akan mencoba lanjut Bupati Ateng Edowai, agar yang selama ini masyarakat kesulitan dengan pesawat dari Dogiyai, Deiyai, Paniai mengalami kesulitan itu mereka bisa naik pesawat, harapan saya dari Waghete langsung ke Nabire, dari Waghete langsung ke Timika, Jayapura, Biak, Manokwari kan lapangan sudah ada dan sudah dibangun, pemerintah pusat Kementerian Perhubungan sudah bangun. Sekarang kita tinggal manfaatkan, dengan demikian harapan saya segera kita menghadirkan atas kerjasama bupati dan pihak bandara bila perlu pak Kabandara dan saya mendukung dengan kerjasama yang baik agar program itu dapat terlaksana" katanya.

Bupati Ateng Edowai menambahkan, dalam waktu dekat juga saya akan bikin mou dengan perusahaan helicopter agar dua distrik yang terisolasi dari Deiyai yaitu distrik Kapiraya dan distrik Bowobado bisa pakai helicopter, karena selama ini dari Waghete Nabire lewat Timika baru dari Timika putar naik speed. Kemudian dari waghete Enarotali Timika putar naik speed.

Bupati Ateng Edowai juga mengharapkan dengan biaya terjangkau masyarakat bisa pulang pergi dari Waghete ke Kapiraya atau Bouwobado, tadi saya harus usahakan satu kali 24 jam saya parkir helicopter di Waghete Deiyai, supaya masyarakat Kapiraya dan msyarakat Bowobado, bisa pulang pergi tapi satu kali jalan Cuma 300 ribu rupiah saja, harapnya.

Sedangkan Untuk keamanan di Bandara Bupati akan membantu dengan memerintahkan satpol PP untuk membatasi kegiatan yang mengganggu penerbangan.

"Pak kabandara waghete mohon kerjasama yang baik supaya lapangan difungsikan kemudian soal selama ini, saya akan tugaskan pol PP kesana juga kesana agar anak-anak main bola, latihan motor dan lain sebagainya nanti saya batasi"
 
Disinggung mengenai Terminal Terpadu untuk menghubungkan beberapa Kabupaten disekitar , sehingga transportasi akan bermuara ke Waghete, secara tidak langsung pendapatan Asli Daerah akan terdongkrak.

Rencananya di pertigaan dekat kantor Bupati itu setelah pembebasan lahan akan saya programkan Terminal Umum di tahun 2020 agar mobil dari Timika, Dogiyai, Paniai, berkumpul di terminal tersebut. Dari Dogiyai bisa ke Deiyai, dari Paniai bisa ke Deiyai tidak menutup kemungkinan Intan Jaya suatu saat ke Deiyai, pungkasnya. (cacang)

Dibaca 138 kali

1 comment

  • Comment Link Mote Jhon 5/ 05/ 2019 posted by Mote Jhon

    Kenapa kita yang selalu berkarya dalam musical pop dari daerah meuwo deiyai dogiyai dan paniai tidak pernah dapat Penghargaan dan bantuan perlengkapan Alat-Alat Studio

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.