Ciptakan Pilkada Aman, Kapolres Pertemuan Dengan Para Pendeta | Pasific Pos.com

| 23 October, 2019 |

Suasana pertemuan Jajaran Polres Mimika dan para Pendeta SE Kabupaten Mimika di ruang Cenderawasih Hotel dan Resto Cendrawasih 66, Jumat (15/3). Suasana pertemuan Jajaran Polres Mimika dan para Pendeta SE Kabupaten Mimika di ruang Cenderawasih Hotel dan Resto Cendrawasih 66, Jumat (15/3).

Ciptakan Pilkada Aman, Kapolres Pertemuan Dengan Para Pendeta

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 15 Maret 2019 21:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto bersama jajaran Polres Mimika melakukan pertemuan bersama para pendeta denominasi gereja se-Kabupaten Mimika menjelang Pemilihan Umum serentak yang akan dilaksanakan pada pertengahan April mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung di Hotel dan Resto Cendrawasih 66 ruang Cenderawasih, Jumat (15/3).

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Mimika I Nyoman Putu Arka, Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Letkol (Pnb) Sugeng, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika Petrus Lewa Koten, dan perwakilan Tokoh agama se-Kabupaten Mimika.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dalam sambutannya mengatakan, untuk menciptakan Pemilu yang aman dan kondusif perlu di persiapkan dari berbagai aspek baik dari sisi penyelenggaraan dalam hal ini KPU Kabupaten Mimika dan Bawaslu termasuk juga para tokoh gereja yang merupakan pemimpin umat di Kabupaten Mimika.

Yang mana sebanyak 30.5000 jiwa merupakan umat Nasrani, selain itu belajar dari pengalaman Pilkada tahun 2018 lalu peran tokoh agama sangat besar dalam situasi Kamtibmas di Kabupaten Mimika

"Kita harus siapkan dari berbagai aspek, dan kali ini ini kita undang para pimpinan denominasi gereja, Karen dahulu kita lakukan pendekatan dan diberikan terhadap pelaksanaan Pilkada," kata Agung usai pertemuan dengan para pemimpin denominasi gereja di kabupaten Mimika, Jumat (15/3).

Sebab. Menurutnya, perlu pendekatan-pendekatan secara rohani melalui para pemimpin denominasi gereja, sebab penyuluhan yang dilakukan kepada masyarakat dinilainya belum menyentuh kepada masyarakat, namun dengan keterlibatan para pendeta agar bisa menyampaikan kepada jemaatnya untuk bisa menyalurkan suaranya pada saat pemilu nantinya.

"Kita butuh pendekatan-pendekatan yang serius,  kalau kami hanya penyuluhan saja dari pihak kepolisian ini kami rasakan kurang begitu menyentuh ke hati tapi mudah-mudahan dengan ikut sertanya beliau (para pendeta) untuk bisa bersama-sama menyampaikan kepada jemaatnya pada hari-hari ibadah hari Minggu dan hari lainnya untuk menyampaikan yang pertama harus menyumbangkan suaranya pada pilpres nanti," terangnya.

Ia menekankan agar masyarakat Mimika harus menyalurkan suaranya kepada figur-figur yang bisa memberikan manfaat bagi daerah, sehingga tidak terjadi golongan putih (golput), dan juga mengantisipasi terjadinya isu hoax yang berimbas pada perpecahan termasuk minuman keras yang merupakan akar masalah yang terjadi di Mimika.

"Tapiindari Golput antisipasi terhadap hoax, mencegah terjadinya perpecahan Pilpres ini kemudian antisipasi terhadap head speech dan miras yang merupakan akar masalah," tegasnya. (Ricky).

Dibaca 148 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.