Adat di Papua Jangan Digunakan Untuk Kepentingan Politik | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta NKRI Provinsi Papua (GERCIN) Albert Ali Kabiay Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta NKRI Provinsi Papua (GERCIN) Albert Ali Kabiay

Adat di Papua Jangan Digunakan Untuk Kepentingan Politik

Sosial & Politik Penulis  Selasa, 12 Maret 2019 21:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA  - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Cinta NKRI Provinsi Papua (GERCIN) Albert Ali Kabiay meminta dengan tegas kepada elit - elit Politik yang akan maju dan bertarung dalam Pemilihan anggota Legislatif 17 April mendatang  untuk tidak menggunakan adat sebagai media kampanye.

"Lembaga Adat Papua ( DAP ) dan Lembaga Masyarakat Papua harus steril dari pengaruh politik praktis, jangan mencampuradukkan adat dan politik, sebab masyarakat adat nantinya akan menjadi korban dalam artian apabila nantinya kader tersebut terpilih hanya orang tertentu yang diperhatikan namun adat akan di abaikan" ungkapnya, Selasa (12/3) sore

Ia pun berharap agar DAP dan LMA yang ada di Papua dan Papua Barat serta yang ada di 7 Wilayah adat di Papua harus menolak segala bentuk Politik yang ingin menggandeng adat.

"Adat itu urusannya jauh dari politik serta tidak sama, sebab itu Dewan Adat dan Lembaga Adat di Papua harus fokus melaksankan tugas pokok dan fungsi sebagai perwakilan masyarakat adat, serta harus lebih intens menyerap aspirasi masyarakat adat serta selalu bersinergi dengan MRP , DPRP yang membidangi permasalahan adat di Papua dan Pemerintah Daerah,"

Katanya, walaupun tidak ada aturan di Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) RI yang mengharuskan Kampanye politik , serta mencari massa lewat jalur adat namun hargailah masyarakat adat Papua sebab
kalau agama di negeri ini sudah terkontaminasi oleh pengaruh politik, biarlah adat berjalan sendiri dijalurnya sesuai kultur yang sudah turun temurun.

"Tidak mungkin rel kereta api dipergunakan untuk mobil dan motor, ini adalah analogi yang tepat, sebab yang bisa berjalan di atas rel hanya kereta api, untuk itu masyarakat adat harus tegas serta cerdas dalam menilai masuknya unsur Politis kedalam tatanan adat," terangnya

Ia pun berharap agar  perdamaian dan persaudaraan adat di tanah Papua tidak terpecah akibat kepentingan politik

"Adat istiadat masyarakat Papua harus menjadi contoh yang baik untuk saudara - saudara kita yang datang dari luar Papua dengan berbagai adat istiadat mereka, sebab sudah banyak korban politik yang berjatuhan dari masyarakat adat di Papua, mari jaga perdamaian masyarakat adat di Papua yang sudah ada dan terjalin selama ini," harapnya.

Dibaca 225 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Berita Terkini