Damailah Indonesiaku, Doa Bersama Jaringan Doa se-Kabupaten Jayapura | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Tampak Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw didampingi salah satu pendoa tengah memberikan pencerahan pada kegiatan doa bersama yang diselenggarakan oleh Jaringan Doa se- Kabupaten Jayapura, di Jemaat GPdI Alfa Omega Doyo Baru, Kamis (07/03/19) siang. Tampak Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw didampingi salah satu pendoa tengah memberikan pencerahan pada kegiatan doa bersama yang diselenggarakan oleh Jaringan Doa se- Kabupaten Jayapura, di Jemaat GPdI Alfa Omega Doyo Baru, Kamis (07/03/19) siang.

Damailah Indonesiaku, Doa Bersama Jaringan Doa se-Kabupaten Jayapura

Kabupaten Jayapura Penulis  Kamis, 07 Maret 2019 20:14 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI-Jaringan Doa se-Kabupaten Jayapura menyelenggarakan doa bersama yang bertajuk Damailah Indonesiaku, di Jemaat GPdI Alfa Omega Doyo Baru, Kamis (07/03/19) siang yang dihadiri oleh sejumlah pendoa dari gereja-gereja di Kabupaten Jayapura.

Ketua Jaringan Doa se-Kabupaten Jayapura, Isak R. Hikoyabi menjelaskan bahwa doa bersama yang dilakukan pihaknya bukan saja di Kabupaten Jayapura tetapi dilakukan secara serentak di Papua, Indonesia dan dunia internasional.

“Untuk Kabupaten Jayapura dalam doa bersama, kami mendoakan agar semua proses menjelan dan hari pelaksanaan Pilpres dan Pileg mendatang dapat terlaksana dengan aman, tentram dan damai,” jelasnya.

Dikatakan, lewat doa bersama maka persoalan-persoalan di Kabupaten Jayapura didoakan, supaya daerah ini menjadi tempat yang aman, tentram dan damai.

Ditempat yang sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si yang di wakili Asisten III Bidan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Timotius Demetouw dalam sambutannya menyatakan, doa bersama yang diselenggarakan tersebut sangat baik.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, kekuatan doa sangat besar kuasanya dan dapat merubah segalanya. Sebab dengan berdoa, seseorang dapat menyampaikan pergumulan kepada Tuhan,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan-tantangan secara mendunia, secara nasional hingga kedaerah terus mengancam. Tetapi sebagai orang percaya, hendaknya menyerahkan semua tantangan tersebut kepada Tuhan melalui doa maka Tuhan tentu akan hadir guna mengatasi tantangan.

Demetouw mencontohkan, Yesus Kristus dalam mengakhiri pelayanan-Nya diperhadapkan dengan tantangan yang sangat berat dan berujung kematian. Oleh sebab itu, Ia berdoa sungguh-sungguh kepada Allah Bapa agar cawan penderitaan itu berlalu tetapi bukan berdasarkan kehendak-Nya tetapi kehendak Allah.

“Marilah kita mengikuti teladan Kristus untuk selalu berdoa dalam segala tantangan dan masalah dalam kehidupan secara pribadi, persekutuan jemaat, daerah ini serta bangsa dan negara kita, supaya segalanya dapat terjadi karena tuntutan dan lawatan Tuhan,” ucap Demetouw.

Dibaca 222 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.