Kepsek Diminta Emban Amanah Dengan Baik | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Para Kepsek dan Tamu Undangan Yang Hadir Saat Pengukuhan (foto:iis) Para Kepsek dan Tamu Undangan Yang Hadir Saat Pengukuhan (foto:iis)

Kepsek Diminta Emban Amanah Dengan Baik

Papua Selatan Penulis  Selasa, 05 Maret 2019 11:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Yapis Kabupaten Merauke, H.Burhanudin Yasin meminta agar para kepala sekolah yang telah dikukuhkan dapat mengemban amanah dengan baik karena pastinya ada konsekuensi dari apa yang sudah ditandatangi. Sama halnya dengan pihaknya sebagai pengurus karena penguruss juga diatur oleh peraturan Yapis. “Saya percaya kepada bapak ibu semua, mari kita bersama-sama memajukan yayasan ini sebagai salah satu asset umat yang paling tua di Papua.

Tidak  ada kata mundur, kita harus terus maju dalam kebersamaan dan sinergitas, baik  antara UPT, sekolah, kepsek, dewan guru dan yayasan karena semua itu menjadi kunci untuk mencapai tujuan,”ujarnya pada pengukuhan kepala sekolah di lingkungan Yapis Tanah Papua Cabang Merauke di aula SMP Yapis belum lama ini. lebih lanjut dikemukakan, pengurus yayasan akan selalu berjuang serta memberi ruang dan waktu untuk mengabdi di yayasan ini meskipun pengurus juga mempunyai kesibukan dan mengemban berbagai profesi.

Namun di tengah-tengah kesibukan pengurus harus dapat meluangkan banyak waktu untuk yayasan. Dirinya sebagai ketua selalu terbuka untuk menerima siapa saja yang membutuhkan.  Sementara itu Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M,Si menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus Yapis, baik dari provinsi hingga ke tingkat kabupaten di tanah Papua atas peran serta dalam membangun Papua khususnya membangun SDM. “Tentunya para pengurus, dewan penasehat, guru dan para kepsek pastinya tercengang dan sempat kaget dengan peristiwa pada tanggal 28 lalu karena setelah peristiwa tersebut kita menemukan banyak sekali hal yang sebenarnya masih sangat lemah di bidang pendidikan yang ada di Kabupaten Merauke.

Saya tidak tahu tapi mungkin itulah cara kerja yang dituntut oleh Yang Maha Kuasa. Saya sendiri tidak menyadari bahwa apa yang saya buat akan seperti apa dan ternyata punya dampak yang luar biasa,”ujarnya. Namun menurut hematnya, kita memang bekerja dan belajar dari sebuah kesalahan sebab jika kita selalu berbuat sesuatu dari sebuah kebenaran terus menerus tentunya kita bukan dianggap manusia lagi.

Pihaknya saat ini telah mengambil langkah dimana Dinas Pendidikan tidak lagi mengurus bangunan fisik dan diserahkan kepada PU supaya tetap bisa fokus dengan tupoksi yang ada yaitu menata dan mengelola tentang tenaga kependidikan yang ada di Merauke. Saat pertemuan dilaksanakan, sebagai pimpinan daerah ia tetap menyampaikan permohonan maaf dan tetap bertanggung jawab namun pihaknya juga tetap mempunyai target dan program dimana kepala dinas yang mengemban tugas akan diberikan waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk menata pendidikan dengan lebih baik.

Dibaca 208 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.