Pendidikan Pemilih Merupakan Elemen Penting | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Peserta Sosialisasi Saat Mengikuti Kegiatan (foto:iis) Peserta Sosialisasi Saat Mengikuti Kegiatan (foto:iis)

Pendidikan Pemilih Merupakan Elemen Penting

Papua Selatan Penulis  Senin, 04 Maret 2019 08:22 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua KPU Kabupaten Merauke, Theresia Mahuze mengemukakan bahwa pendidikan pemilih merupakan elemen penting dalam demokrasi. Pemilih adalah warga negara yang harus difasilitasi dengan baik untuk dapat menggunakan hak pilihnya oleh penyelenggara pemilu. Namun fasilitasi pemilih tidak cukup hanya sekedar memastikan mereka tercatat sebagai pemilih dan menggunakan hak pilihnya secara bebas di bilik suara.

Namun idealnya dalam menjatuhkan pilihan, pemilih menggunakan kalkulasi yang rasional dan ilmiah dengan berdasarkan pengetahuan, kesadaran dan rasa tanggung jawab untuk membangun  bangsa dan negara. “Untuk menuntun masyarakat menjadi pemilih yang sukarela, mandiri, rasional dan cerdas maka mereka perlu diberikan pengetahuan dan ditumbuhkan kesadaran politiknya.

Di sinilah pentingnya penyelenggaraan pendidikan pemilih dan merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa yakni penyelenggara pemilu, parpol, pemerintah, perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil,”ujar Theresia saat membuka sosialisasi pendidikan pemilih pada pemilu serentak tahun 2019 di Swiss-Belhotel belum lama ini. Lebih lanjut ia menyampaikan, dalam pendidikan pemilih mencakup pemberian informasi kepemiliuan, pemahaman aspek-aspek pemilu dan demokrasi.

Pendidikan di sini penting karena membantu penyelenggara pemilu melaksanakan pemilu dengan baik. Sementara itu Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun dalam materinya tentang ikhtiar demokratis menjaga marwah kedaulatan rakyat demi terbentuknya system pemerintahan presidensil efektif dan merakyat menegaskan bahwa masyarakat harus mengerti tentang demokrasi dan apa tujuannya. Adapun pembahasan yang ia fokuskan selalu bertolak pada pemilu pertama di Republik Indonesia tahun 1955 silam.

Adapun alasannya agar dapat membangun dan mencerahkan masyarakat tentang system demokrasi di Indonesia. Sebab Indonesia memahami system demokrasi yang berbeda dengan paham demokrasi dunia. “Demokrasi Indonesia adalah demokrasi gotong royong namun sejalan dengan perkembangan waktu dan dinamika dunia maka hari ini kita ikut serta dalam demokrasi yang sangat liberal,”jelasnya.

Dibaca 126 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.