PERSAGI Papua Terus Pertajam Petugas Ahli Gizi di Lapangan | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Ketua PERSAGI Provinsi Papua, Budi Kristanto, STP.,M.Si Ketua PERSAGI Provinsi Papua, Budi Kristanto, STP.,M.Si

PERSAGI Papua Terus Pertajam Petugas Ahli Gizi di Lapangan

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Minggu, 24 Februari 2019 22:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Dalam Mendukung Program 1000 HKP


 
    Jayapura,- Guna mendukung program Pemerintah Provinsi Papua akan 1000 Hari Kehidupan Pertama (HKP), Persatuan Ahli Gizi Provinsi Papua terus mempertajam petugas Ahli Gizi di lapangan. Ketua DPD PERSAGI Provinsi Papua, Budi Kristanto, STP.,M.Si mengatakan, PERSAGI sebagai salah satu organisasi profesi sangat mendukung program 1000 Hari Kehidupan Pertama. dalam hal ini PERSAGI sebagai organisasi profesi terus mendorong anggota PERSAGI di lapangan, baik di Rumah Sakit (RS), Puskesmas maupun Pustu serta di tempat-tempat praktek kegizian lainnya di seluruh Papua untuk dapat memahami tentang 1000 HKP ini.

    Sebab 1000 HKP ini penting, karena dari 1000 HKP ini lahirlah generasi emas. Pembentukan generasi emas itu dimulai dari janin sehingga gizi Ibu Hamil (Bumil) maupun gizi janinnya harus dijamin, disinilah peran seorang ahli gizi. Oleh karena itu, kami terus mendorong untuk para ahli gizi lebih giat dalam memberikan motivasi kepada masyarakat terutama bumil untuk meningkatkan status gizinya atau memperbaiki status gizinya yang lebih baik sehingga ibu mendapat asupan gizi yang baik itu akan berpengaruh terhadap janinnya dan janinnya akan tumbuh dengan baik, maka anaknya akan lahir dengan baik pula dan setelah itu masih dibutuhkan lagi asupan gizi yang berikutnya",ujar Budi Kristanto.

    Dikatakan, mendapatkan asupan gizi yang baik hingga anaknya lahir maupun pra-sekolah sampai dengan usia 2 tahun, disini perlu asupan gizi yang adikuat sehingga pembentukan sel otak maupun sel tubuh berjalan dengan baik. Kalau pembentukannya baik, maka organ tersebut akan baik dan bekerja dengan baik pula, dan akan menghasilkan individu yang baik, namun jangan lupa bahwa ahli gizi tidak bekerja sendiri, dia harus didukung dengan stakeholder yang lain, terutama keluarga dari bumil atau dari bayi. Walaupun ahli gizi bekerja dengan maksimal namun tidak didukung penuh oleh keluarga maka tidak akan berhasil sehingga kami juga mengharapkan kepada keluarga terutama keluarga inti untuk lebih memperhatikan ibu hamil dan anak bayi/balita sehingga pertumbuhan lebih baik.

    Jangan lupa pola asuh yang baik sehingga itu memperoleh pengasuhan yang baik secara jasmani maupun rohani. Dengan demikian, kita akan mendapatkan atau menghasilkan generasi yang bagus. Oleh karena itu, untuk petugas ahli gizi di lapangan, DPD PERSAGI Papua sering mengadakan seminar, workshop, diskusi maupun pelatihan untuk mendukung kegiatan kegizian di lapangan. Semua itu kami lakukan untuk lebih meningkatkan ketrampilan petugas ahli gizi, karena sebagai seorang ahli gizi mendukung program 1000 HKP",terangnya. (Hendry Holago)

Dibaca 166 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.