Waoo.. Penerimaan Pajak THM Tahun 2018 Melampaui Target | Pasific Pos.com

| 22 November, 2019 |

Waoo.. Penerimaan Pajak THM Tahun 2018 Melampaui Target

Papua Barat Penulis  Jumat, 22 Februari 2019 14:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Pada tahun 2018, penerimaan daerah dari pajak Tempat Hiburan Malam (THM) ditargetkan sebesar Rp 1,072 miliar lebih. Namun, dalam realisasinya mencapai Rp 1,092 miliar lebih. Meski realisasi melampaui target, namun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyatakan jika itu belum maksimal.

Kepala Bapenda Kabupaten Manokwari, Muhammad Irwanto mengakui, pajak THM sudah mengalami perubahan besar. Walau menurutnya itu belum optimal.

"Tapi menurut saya belum maksimal. Perlu pembenahan lagi dari sisi data, keuangan, dan sebagainya," ujar Irwanto kepada Tabura Pos di kantornya, Rabu (20/2).

Tempat-tempat hiburan itu, kata dia, antara lain karaoke, panti pijat, diskotik, dan tempat hiburan lainnya.

Meski penerimaan melampaui target, diakuinya, masih ada juga THM yang menunda pembayaran pajak. Jika pajak yang ditunggak besar, pihaknya akan langsung turun untuk melakukan penagihan. Sementara, jika jumlah tunggakannya kecil, pihaknya akan memberikan surat teguran.

"Kalau yang besar kami langsung turun. Kami bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan," katanya.

Selain menangani pajaknya, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap THM-THM yang ada. Jika tidak diawasi, THM-THM akan "bandel".

Sementara mengenai izin untuk THM, menurut Irwanto, dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu, pihaknya juga bekerja sama dengan DPM PTSP.

"Sebelum izin itu terbit, kewajiban itu ada. Pajak harus selesai baru izin keluar. Pajak harus clear," tegasnya.

Untuk memudahkan wajib pajak, Irwanto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan suatu sistem aplikasi yang bisa diinstal di HP Android. Dengan aplikasi itu, maka wajib pajak bisa melapor melalui aplikasi tersebut.

"Setelah melakukan pelaporan, Bapenda akan mengirimkan kode billing, sehingga nanti wajib pajak tinggal membayar. Begitu membayar, pajaknya sudah langsung masuk ke kas daerah," jelasnya.

Dengan aplikasi ini, lanjutnya, tugas Bapenda hanya mengawasi betul tidaknya pelaporan pajak dan pembayarannya. Kalau pembayaran tidak sesuai dengan pelaporan, maka pada bulan berikut akan dikeluarkan ketetapan.

"Kemudian dari apliksai ini kita bisa mengecek apakah pajak sudah sampai di kas daerah atau belum. Kalau sudah masuk akan tercantum di situ," tukasnya.

Irwanto mengatakan, pihaknya menargetkan pada Maret nanti sistem sudah bisa diterapkan. Saat ini, pihaknya sudah siap menyosialisasikan penggunaan aplikasi tersebut.

"Kami mau lapor ke Pak Bupati dulu, semua Pak Bupati yang akan sampaikan. Melalui aplikasi ini saya di mana saja bisa kontrol penerimaan," tukasnya. (BNB-R3)

Dibaca 168 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX