Chandra Bhakti : Atlet Bisa Raih Prestasi Harus Didukung Fasilitas Memadai | Pasific Pos.com

| 19 April, 2019 |

Staf Presiden Republik Indonesia, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandara Bhakti Staf Presiden Republik Indonesia, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Chandara Bhakti

Chandra Bhakti : Atlet Bisa Raih Prestasi Harus Didukung Fasilitas Memadai

Olahraga Penulis  Kamis, 21 Februari 2019 02:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Seorang atlet dalam meraih prestasi selain dibutuhkan kedisiplinan latihan yang terprogram dibawah asuhan pelatih namun juga harus didukung fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang memadai.

Staf Presiden Republik Indonesia, Deputi Bidang Peningkatan Perstasi Olahraga, Chandara Bhakti menegaskan hal itu ketika ditemui wartawan usai acara Rapat Pembahasan Progres Pembangunan Infrastruktur PON XX Tahun 2020, yang dilaksanakan di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (20/2/19) siang.

Rapat tersebut dilakukan dalam rangka menyelenggarakan tugas Kantor Staf Presiden (KSP) untuk memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden di bidang pengelolaan dan juga pengendalian program prioritas nasional sesuai dengan Perpres Nomor 26 Tahun 2015, serta sehubungan dengan agenda Pemantauan Program Prioritas Infrastruktur yang terkait dengan PON XX.

Chandra Bhakti dalam pemaparannya mengatakan, prestasi atlet juga harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Karena, menurutnya permasalahan itu yang sering terjadi pada para atlet yang ada di seluruh wilayah Republik Indonesia (RI).

“Ya, tentu semua pemasalahan itu harus segera dicarikan solusi baik itu infrastruktur. Namun infrastruktur itu bukan hanya terkait dengan venue saja, tetapi infrastruktur pendukung juga harus bagus termasuk jalan,” tuturnya.

Sebab itu, dirinya menyarankan kepada kabupaten/kota di Provinsi Papua yang akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 mendatang agar dapat memikirkan bagaimana akan menempatkan para atlet nanti.

“Penempatan dan transportasi juga akan mempengaruhi psikologis pada pencapaian atlet tersebut. Jadi, kita harus banyak belajar. Ketika PON tahun 2016 di Bandung itu penempatan atlet sangat jauh dari Veneu,” sarannya.

Karena menurutnya, jika para atlet ditempatkan jauh dari venue dan jalan yang harus dilalui para atlet menuju tempat pertandingan itu padat, maka para atlet itu akan lelah sebelum bertanding dan hal ini akan mempengaruhi prestasinya.

“Jadi, nanti akan ada Pra PON itu merupakan uji coba baik dari bagaimana akomodasinya dan juga bagaimana dengan venue. Apakah venuenya dibangun itu sudah memenuhi standar untuk PON atau belum. Sehingga iven PON sebagai barometer prestasi Nasional itu benar-benar bisa tercapai sehingga menjadi langkah kedepan bahwa pretasi kita melalui pon ini akan lebih hebat lagi” jelasnya.

“Oleh karena itu saya berharap seluruh persiapan PON di Papua bisa berjalan baik hingga selesai sesuai target. Sesunggunhnya, Venue itu sudah harus selesai setahun sebelum pelaksanaan. Kalau kita lihat dengan kondisi sekarang ya mudah-mudahan bisa tercapai. Karena semua venue itu harus kita uji coba kalau itu semua sudah terpenuhi ya tentu semua harapan bisa terpenuhi dan menjadika PON Papua sebagai pusat kota olaharaga di Indonesia sekaligus juga menjadi pusat pengembangan iptek asia pasifik” pungkasnya.

Dibaca 62 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.