Kembangkan Aneka Potensi Sagu, Dinas TPH Gandeng P4S | Pasific Pos.com

| 24 October, 2019 |

Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM Kepala Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, SP., MM

Kembangkan Aneka Potensi Sagu, Dinas TPH Gandeng P4S

Kabupaten Jayapura Penulis  Kamis, 21 Februari 2019 02:30 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura terus berkomitmen mewujudkan penganekaragaman pangan berbasis pangan lokal dalam hal ini pengolahan sagu.

Pemanfaatan pangan lokal secara masif dinilai mampu memberikan kontribusi positif untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional, khususnya di Provinsi Papua dalam pelaksanaan PON XX Tahun 2020 mendatang.

Untuk itu, Dinas TPH bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) saat ini tengah berupaya untuk mengembangkan potensi sagu yang ada di Kabupaten Jayapura.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M., saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/02/19) siang.

Pria yang akrab disapa Adolof mengungkapkan, lembaga P4S yang berpusat di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan ini tertarik untuk mengajarkan masyarakat di Kabupaten Jayapura untuk mengolah sagu karena melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan dari tanaman tersebut.

“Pertama P4S ini, mereka memperkenalkan kehadiran mereka di Kabupaten Jayapura, pusatnya P4S itu ada di Kota Makassar dan namanya itu Cahaya Duta Palili. Nah, dari situ mereka buka cabang di Jayapura dan mereka ini bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian. Jadi bukan hanya sagu saja, tetapi mereka juga bisa olah hasil pertanian yang lain," jelasnya.

Adolf kembali mengungkapkan, bahwa kehadiran P4S di Kabupaten Jayapura ini juga sudah sangat membantu masyarakat yang ada di Kampung Kwadeware dan Kampung Abar.

“Sampai saat ini memang mereka baru masuk di dua kampung yaitu, Kampung Kwadeware dan Kampung Abar. Kehadiran mereka juga sudah sangat membantu masyarakat setempat. Jadi, pusat pelatihan ini sudah melakukan pelatihan dan dari hasil pelatihan itu mereka bisa mengolah sagu menjadi kripik, kue kering dan tepung yang berasal dari bahan dasar sagu," imbuhnya.

“Pada saat perayaan Natal tahun kemarin, masyarakat setempat menggunakan hasil olahan itu untuk membuat kue kering dan lain sebagainya dari bahan dasar sagu,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SPMA Pertanian di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.

Lebih lanjut dikatakan Adolf Yoku, kedepan kelompok atau pusat pelatihan ini akan melakukan pelatihan yang lebih luas lagi kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura tentang bagaimana caranya untuk mengolah sagu menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi.

“Jadi, mereka ini akan melakukan pelatihan lebih luas lagi kedepannya dan tidak hanya di Kampung Kwadeware dan Kampunh Abar saja. Kalau ada daerah yang punya potensi sagu, maka mereka akan masuk untuk melatih masyarakat adat agar bisa memanfaatkan sagu menjadi bahan-bahan pangan yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Dibaca 201 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.