Jika Menang, Prabowo akan Perlakukan Rakyat Papua dengan Adil | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Jika Menang, Prabowo akan Perlakukan Rakyat Papua dengan Adil

Sosial & Politik Penulis  Selasa, 19 Februari 2019 21:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura : Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jenderal TNI (purn) Djoko Santoso hadir untuk memberikan pembekalan serta arahan kepada ratusan Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Gerindra, baik untuk DPR RI, DPR Papua, DPRD kabupaten/kota juga ketua, sekretaris dan bendahara 29 DPC Partai Gerindra

Dalam sambutannya, Djoko Santoso mengatakan, jika Prabowo Subianto terpilih sebagai Presiden Indonesia lima tahun mendatang, ia bertekad akan memperlakukan rakyat Papua dengan adil.

Hal itu dikatakan Djoko Santoso saat menghadiri pembekalan Caleg Gerindra di Papua di Posko Pemenangan Gerindra Papua, di Entrop,  Distrik Jayapura Selatan,  Kota Jayapura, Selasa (19/2/19).

Namun ia mengingatkan, jika lawan Prabowo-Sandi sangat berat, hanya saja harus optimis dan tetap berdoa dan ia pun memiliki firasat jika kini zamannya emak-emak.

"Kedua, tadi saya dengar pidato ibu ketua DPD Gerindra Papua dan menyentak saya, Insya Allah Papua kita menang,"ujarnya.

Lanjut dikatakan, memang berat tapi kita berusaha dan berdoa. Paling tidak lebih dari yang kemarin," tandas Djoko Santoso.

Dikatakan, sebelum berkunjung ke Papua, ia mendampingi debat Prabowo. Bahkan pada saat itu, dirinya langsung melaporkan akan berkunjung ke Papua.

Namun, kata dia, Prabowo berpesan kepada semua kader dan pendukungnya agar jangan melanggar aturan, serta jangan melanggar hukum, jangan membuat gaduh dan terpenting rakyat Papua apakah pendukung 01 atau 02 jangan pecah.

"Khusus kita jangan terprovokasi. Kita di jalan yang benar saja, Insya Allah diridohi Tuhan. Kalau beliau menang, beliau akan memperlakukan rakyat Papua dengan adil dan benar. Saya yakin, kenapa karena beliau dulu komandan saya. Beliau komandan Batalyon dan saya wakil komandan Batalyon," kata Djoko Santoso.

Menurutnya, Prabowo orangnya jujur, sportif. Kalau memang iya dia akan akui, jika memang salah dia akan meminta maaf.

"Berkali-kali beliau bilang tugas pemimpin menegakkan keadilan dan kesejahteraan dan beliau akan bangun Indonesia dari Timur karena masalah Papua bukan hanya pembangunan tapi mengamankan hasil Papua jangan kemana-mana tapi dinikmati rakyat," tuturnya.

Apalagi kata Djoko Santoso, menjadi pemimpin, menjadi anggota DPR tidak gampang. Ada tugas konsional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Jangan membodohi rakyat. Pemimpin bicara kalau tidak impor beras rakyat akan kelaparan, itu tidak mendidik.
Selain itu, tugas seorang pemimpin termasuk anggota parlemen mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan kita ngomong seenaknya sebagai pemipin, sebagai anggota DPR, karena dia membawa aspirasi rakyat," tekannya.

Djoko Santoso menegaskan, jika Prabowo menang ia akan tingkatkan partisipasi putra-putri Papua dalam pembangunan dan pemerintahan. Apabila jika keuangan negara memungkinkan, maka akan memperpanjang dana Otsus.

"Karena beliau menang tidak gampang. Harus membayar utang besar sekali yang sekarang utang pemerintah di atas Rp 5000 triliun dan utang BUMN juga Rp 5300 triliun," ungkapnya.

Namun katanya, dari semua provinsi yang paling menarik adalah Papua karena tantangannya sangat berat. Kalau pemilu tantangannya noken. Padahal noken itu tidak memajukan rakyat. Inilah yang dihadapi kini. Namun tangangan besar di Papua tapi kalau bisa menjawab itu juga menjadi peluang.

"Tapi momentum kali ini di Prabowo-Sandi. Pemilu ada suara partai dan non partai. Jadi para partai koalisi kalau cerdas, ini momentumnya Prabowo-Sandi," ujarnya.

Ia menilai kini rakyat Indonesia menghadapi perang kemerdekaan kedua. Kalau perang pertama fisiknya bersenjata, kini akan merebut keadilan dan kemakmuran. Makanya tag line Prabowo-Sandi adil dan makmur karena dalam pembukaan UU 1945 ada lima cita-cita bangsa yakni merdeka, bersatu, beraulat, adil dan makmur.

"Setidaknya adil dan makmur itu yang kini kita perjuangkan," tandas Djoko Santoso.  

Sementara Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni mengatakan, kehadiran Ketua BPN memang dinantikan pihaknya untuk memberikan strategi pemenangan di Papua.

"Kami rindu kehadiran calon presiden-wakil presiden dan kehadiran bapak dan tim memberikan motivasi bagi kami," kata Yanni.

Gerindra Papua dan koalisi lanjut Yanni, tidak pernah takut dan akan terus bekerja memenangkan Prabowo-Sandi di Papua.

"Memang tidak dapat dipungkiri ada 1,8 juta suara noken ini yang menjadi konsetrasi kami bersama koaliasi karena itu berpotensi menjadi hal-hal kurang baik dan kami akan mengawal itu. Kami terus berkomunikasi dengan KPU dan Bawaslu Provinsi bagaimana cara mengawal itu dan di TPS mana," terangnya. (TIARA)

Dibaca 294 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Berita Terkini