BEI Bukukan Transaksi Rp65 Miliar Selama Januari 2019 | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Suasana edukasi pasar modal di area Trading Floor BEI Jakarta. Suasana edukasi pasar modal di area Trading Floor BEI Jakarta.

BEI Bukukan Transaksi Rp65 Miliar Selama Januari 2019

Ekonomi & Bisnis Penulis  Selasa, 19 Februari 2019 18:01 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura membukukan transaksi sebesar Rp65 miliar selama Januari 2019. Angka tersebut naik 30 persen dibandingkan tahun 2018 atau sebesar Rp50 miliar.

Kepala BEI Jayapura, Kresna Aditya Payokwa mengatakan transaksi secara nasional yang naik 5 persen pada bulan Januari 2019 dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp8-10 triliun berdampak pada transaksi di Pasar Modal Papua.

“Kami mencatat terjadi kenaikan transaksi pada bulan Januari 2019 mencapai Rp65 miliar dari 2 sekuritas yang ada di Jayapura, biasanya transaksi normal di level sekitar Rp50 miliar setiap bulan, hal ini mengalami kenaikan 30 persen, “kata Kresna, Selasa (19/2/2019).

Sementara itu, dari sisi investor baru, kata Kresna, pada bulan Januari 2019 terjadi penambahan 160 investor baru, sehingga total investor di Pasar Modal Papua sampai Januari 2019 sebanyak 5880 investor atau meningkat 106 persen dari tahun 2018.

Kresna menambahkan, investor asing masih optimis yang tinggi terhadap pasar modal Indonesia yang dibuktikan dengan meningkatnya jumlah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari 6300 sampai akhir tahun 2018 menjadi 6500 pada awal tahun 2019 atau bulan Januari lalu, meningkatnya IHSG dipicu dari pembelian saham oleh investor asing.

Dari segi transaksi secara nasional juga mengalami kenaikan 5 persen pada Januari 2019 atau Rp 8-10 triliun transaksi pada bulan Desember 2018.

Adapun saham-saham yang masih menjadi primadona secara nasional adalah perusahaan tambang yang di dalamnya ada PT Aneka Tambang (Antam). PT Bukit Asam dan sektor perminyakan.
“Selama bulan Januari 2019 permintaan batu bara meningkat cenderung sahamnya meningkat sehingga menjadi rekomendasi dari sekuritas. Kemudian saham Indofood dan Unilever serta perbankan juga banyak dikoleksi oleh investor  “kata Kresna. (Zulkifli)

Dibaca 134 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX