Perangi DBD, Legislator Ajak Masyarakat Hidup Bersih | Pasific Pos.com

| 6 December, 2019 |

Perangi DBD, Legislator Ajak Masyarakat Hidup Bersih

Papua Barat Penulis  Selasa, 19 Februari 2019 10:03 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Anggota Komisi D DPR Papua Barat,  Yonadap Trogea, mengajak masyarakat,  untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya.

Hal ini disampaikan Trogea mengingat penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD),  sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat, mulai menyebar di 12 kabupaten dan 1 kota di Papua Barat. Di mana, para kasus ini, satu orang di Kabupaten Fakfak dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Penyakit DBD, menurut sepengetahuan Trogea, tumbuh karena lingkungan yang kotor, yang mana, terdapat genangan air, sehingga mempercepat perkembangbiakan nyamuk DBD.

Oleh sebab itu, anggota Fraksi Otsus DPR Papua Barat ini, mengajak masyarakat untuk hidup sehat, mulai dari diri sendiri, lingkungan rumah dan lingkungan tetangga.

"Kesehatan harus dimulai dari diri kita, rumah kita, baru kelar. Kalau demam berdarah, saya pikir kita semua bertanggungjawab dengan kebersihan diri. Kalau ada selokan kotor diberihkan. Saya berapa hari di Sorong anak buah sempat sakit, saya takut terkena demam berdarah, tetapi setelah bawa ke dokter periksa ternyata tidak," kata Trogea kepada para wartawa di Kantor DPR Papua Barat,  belum lama ini.

Menurut Trogea, meski kesehatan harus dimulai dari diri sendiri, namun pamerintah daerah juga perlu turun tangan mengingatkan masyarakat dengan cara rutin memberikan sosialisasi terkait penyakit DBD kepada masyarakat.

Dikatakan Trogea, dalam data yang disampaikan Dinkes Papua Barat bahwa ada satu orang meninggal karena DBD di Fakfak, harus segara diseriusi oleh pemda setempat maupun Pemrov Papua Barat.

"Kita sering nonton tv bahwa yang meninggal banyak karena DBD dan Fakfak satu meninggal bukan ayam, artinya Gubernur, Bupati dan Walikota,  harus berpikir agar jangan sampai meluas. Saya pikir masing-masing kabupaten/kota tahu teknisnya seperti apa, begitu juga pelayanan kesehatanya," tandas Trogea. [SDR-R1]

Dibaca 190 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik