Pengesahan Tujuh Raperdasus kembali Diundur | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Pengesahan Tujuh Raperdasus kembali Diundur

Papua Barat Penulis  Selasa, 19 Februari 2019 09:58 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP - Pengesahan tujuh rancangan peraturan daerah khusus (Raperdasus) oleh DPR Papua Barat, kembali diundur.

Sebelumya, tujuh raperdasus dijadwalkan akan disahkan pada 11 Februari 2019, setelah pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, melakukan bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta.

Pengunduran jadwal pengesahan tujuh raperdasus tersebut dibenarkan Ketua DPR Papua Barat, Pieters Kondjol.

Kondjol mengatakan, raperdasus akan disahkan setelah para pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, selesai melaksanakan reses I tahun 2019.

"Untuk raperdasus, tinggal disahkan, namun menunggu pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, selesai melakukan reses I tahun anggaran 2019, selama delapan hari," kata Kondjol kepada pawa wartawan di Jl. Esau Sesa, belum lama ini, tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Belum adanya kepastian kapan tujuh raperdasus disahkan, turut dibenarkan Sekwan DPR Papua Barat, Mathius Asmuruf.

Asmuruf mengaku, belum ada petunjuk tanggal dari pimpinan, untuk mempersiapkan apa yang diperlukan dalam pengesahan nanti, misalnya undangan.

"Belum. belum ada petunjuk dari pimpinan. Sepertinya tunggu balik dari reses," kata Asmuruf kepada Tabura Pos di kantornya, akhir pekan kemarin.

Terkait reses pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, Asmuruf menjelaskan, mekanismenya berbeda dengan yang lalu.

Sekarang ini,  pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, yang akan reses, harus ke kantor menyampaikan laporan rencana reses baru bisa diberikan anggaran.

Asmuruf menambahkan, dengan penerapan demikian,  meminimalisir adanya pimpinan dan anggota DPR Papua Barat, yang  berada di derahnya, namun meminta pencairan anggaran reses.

Di samping itu, mekanisme demikian juga untuk meminimalisir, terjadi reses fiktif atau anggarannya dicairkan, namun yang bersangkutan tidak melakukan reses. [SDR-R1]

Dibaca 153 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.