Bulan Januari Merauke Alami Deflasi | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Kepala BPS Merauke, Ir.Muhammad Ali, M.Si (foto:iis) Kepala BPS Merauke, Ir.Muhammad Ali, M.Si (foto:iis)

Bulan Januari Merauke Alami Deflasi

Papua Selatan Penulis  Senin, 18 Februari 2019 13:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Pada Januari 2019 Merauke mengalami deflasi 0,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 141,00. Merauke menempati urutan ke-74 di tingkat nasional dan 16 tingkat Sulampua. Inflasi tahun kalender Merauke di bulan Januari 2109 sebesar 0,01 dan inflasi year on year (Januari 2019 terhadap Januari 2018) sebesar 4,51 persen. Hal tersebut dikemukakan Kepala BPS Merauke, Ir.Muhammad Ali, M.Si kepada wartawan di Kantor BPS belum lama ini.

Lebih lanjut dikemukakan, secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota lainnya mengalami deflasi. Di Merauke kenaikan harga barang dan jasa disebabkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,63 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; kelompok sandang sebesar 1,00 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,14 persen.

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,21 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,32 dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,09. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Merauke dengan menggunakan penghitungan dan ta-
hun dasar baru tahun 2012 (2012 = 100) hasil SBH 2012, di Merauke pada Bulan Januari tahun 2019 terjadi deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 141,02 pada Desember 2018 menjadi 141,00 pada Januari 2019.

Secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 73 kota mengalami inflasi dan 9 kota lainnya mengalami deflasi. Di Merauke kenaikan harga barang dan jasa disebabkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,63 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; kelompok sandang sebesar 1,00 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,14 persen. Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,21
persen; kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 2,09 persen.

Dibaca 209 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.