Guru SMA/SMK Ancam Akan Mogok Sementara | Pasific Pos.com

| 24 April, 2019 |

Guru SMA/SMK Ancam Akan Mogok Sementara

Papua Tengah Penulis  Jumat, 15 Februari 2019 13:53 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire akan mengancam untuk memboikot dan melakukan aksi mogok mengajar pada Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK  di Kabupaten Nabire yang akan berlangsung tidak lama lagi. Ancaman memboikot dan melakukan aksi mogok mengajar pada ujian nasional nanti dilontarkan para Guru SMA/SMK se Kabupaten Nabire yang mendatangi Kantor Bupati Nabire Kamis (14/02) dan menanyakan soal kejelasan pembayaran Uang Lauk Pauk (ULP) tahun 2018 yang tak kunjung dibayar oleh pemerintah hingga saat ini.    

Salah satu Guru SMA Nabire, Yuli mengatakan masalah pembayaran ULP untuk Guru SMA/SMK sebenarnya sudah lama dipertanyakan oleh Guru SMA/SMK, tetapi mulai dari Januari hingga Desember 2018 sampai dengan saat ini, ULP bagi para Guru SMA/SMK belum juga dibayarkan, sehingga tujuan para Guru SMA/SMK yang ada di Kabupaten Nabire datang untuk mempertanyakan hal tersebut.

“Kami disini datang dan hanya ingin menanyakan kapan ULP kami dibayarkan. Kami juga mempunyai teman-teman guru di tingkat provinsi, kami sudah tanya dan mereka bilang itu sudah kembali ke kabupaten untuk membayar ULP tahun 2018. Dan kami provinsi hanya membayarkan untuk tahun 2019, itu kata teman-teman yang ada di provinsi. Karena, sudah sampai satu tahun tidak ada kejelasan pembayaran ULP ini, makanya kami datang kesini untuk menanyaan kapan akan dibayarkan,” ujarnya.

Menurutnya, ULP merupakan hak dari para pendidik, apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan agenda nasional dalam bidang pendidikan, yaitu USBN dan UNBK, sehingga para Guru SMA/SMK meminta kepastian kapan akan dibayarkan, kalau tidak ada jawaban pasti, maka semua guru-guru SMA/SMK yang ada di Kabupaten Nabire akan melakukan tindakan mogok sementara sampai dengan adanya realisasi dari pemerintah daerah terkait pembayaran ULP tahun 2018 bagi guru SMA/SMK.

Dirinya juga berharap, agar kegiatan USBN maupun UNBK tidak boleh terganggu di Kabupaten Nabire, karena yang nantinya terkena imbasnya adalah anak-anak kita yang nantinya akan mengikuti USBN dan UNBK. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Nabire juga harus mengambil solusi segera mungkin agar guru SMA/SMK yang ada di Kabupaten Nabire juga bisa memberikan yang terbaik untuk pendidikan di Kabupaten Nabire, jika haknya juga diberikan dengan baik.

Sementara itu, salah satu guru dari SMA YPPK Adhi Luhur juga mengatakan hal yang sama, dimana menurutnya, para Guru SMA/SMK yang ada di Kabupaten Nabire cukup lelah dengan keadaan tersebut. Kalau memang pembayaran ULP tahun 2018 belum dianggarkan dalam APBD 2019, mustahil hal itu akan dibayarkan, terkait masalah ULP intinya cuma satu kapan akan dibayarkan.

Menurutnya, satu tahun bukan waktu yang singkat, selama satu tahun tersebut kenapa hal tersebut seolah-olah dianggap biasa-biasa saja oleh pemerintah daerah, kalau memang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yang membayarkan ULP ini, kenapa sampai saat ini belum juga terbayarkan. Jika memang sudah dilimpahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota kenapa untuk membayar ULP Guru SMA/SMK mengapa juga tidak dibayarkan sampai saat ini, dan selama ini apa yang kerjakan, hingga waktu satu tahun sampai dengan saat ini juga tidak ada realisasi pembayaran ULP untuk Guru SMA/SMK. (cad)

Dibaca 104 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.