Julia Waromi : Perpani Papua Target 3 Emas di PON XX | Pasific Pos.com

| 17 February, 2019 |

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Papua, DR Juliana J.  Waromi, SE. M. Si didampingi Ketua Panitia Selekda Perpani Papua,  Hengky Sawaki serta dua pengurus Perpani Papua, masing-masing,  Mathea Mamoyau dan Nason Utty,  saat diwawancara. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Papua, DR Juliana J. Waromi, SE. M. Si didampingi Ketua Panitia Selekda Perpani Papua, Hengky Sawaki serta dua pengurus Perpani Papua, masing-masing, Mathea Mamoyau dan Nason Utty, saat diwawancara.

Julia Waromi : Perpani Papua Target 3 Emas di PON XX

Olahraga Penulis  Minggu, 10 Februari 2019 20:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura : Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Papua dengan optimis bakal menargetkan tiga emas dalam perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang di Bumi Cenderawasih.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Papua, DR Juliana J.  Waromi, SE. M. Si mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan berusaha melatih seluruh atletnya dengan semangat yang ada dan penuh optimis.

"Itu harapan kami, tiga emas pada PON XX tahun 2020 mendatang," kata DR Juliana Waromi saat ditemui wartawan usai membuka secara resmi Seleksi Daerah (Selekda)  Cabor Panahan Papua di Lapangan Sepak Bola Lantamal X, Entrop,  Kota Jayapura, Sabtu (9/2/19).

Bahkan kata Julia Waromi, para atlet Panahan Papua akan melakukan training center (TC) di Papua.

"Jadi TC tetap di Papua," ujar Julia Waromi.

Julia Waromi yang juga sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua mengungkapkan, jika pihaknya saat ini juga sedang memantau atlet junior yang sedang mengikuti selekda panahan di Lapangan Lantamal X.

Namun lanjut Julia Waromi, apabila dalam selekda tersebut para atlet junior ini dapat menampilkan performa terbaik, Maka tidak menutup kemungkinan akan didorong untuk diproyeksikan menjadi atlet yang profesional dan siap mengikuti ivent besar.

"Kami berharap atlet kami yang berlaga di PON XX nanti sebanyak 23 atlet," harapnya.

Bahkan kedepan kata Julia Waromi, pihaknya akan lebih berusaha lagi. Sebab, saat ini atlet panahan yang berstatus orang asli Papua (OAP) boleh dikata minim.

Untuk itu,  kedepan pihaknya akan langsung turun ke kabupaten dan meminta klub-klub melatih orang asli Papua agar menjadi atlet panahan yang handal.

"Jadi kami siap sebenarnya. Tinggal klub-klub di daerah itu yang harus menerima dan melatih OAP," tukasnya. (TIARA)

Dibaca 38 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.