Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Kebijakan KPU Pusat Imbas ke Rakyat Kecil

Papua Tengah Penulis  Sabtu, 09 Februari 2019 14:05 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat terhadap seleksi calon anggota KPU daerah pengaruh imbasnya hingga ke rakyat kecil. Masyarakat saling tuding bahkan hingga ancam mengancam terhadap hasil seleksi calon anggota KPU Kabupaten di tingkat masyarakat.

Pengalaman kasus ini dialami oleh mantan kandidat Bupati Intan Jaya, Thobias Zonggonau pasca pengumuman 10 nama calon anggota KPU Kabupaten Intan Jaya. Usai KPU RI mengumumkan 10 nama kandidat komisioner KPU Intan Jaya, 30 Januari 2019 lalu, sekelompok masyarakat Intan Jaya yang tidak puas dengan hasil pengumuman seleksi 10 besar kandidat komisioner Kabupaten Intan Jaya, mendatangi kediaman Thobias Zonggonau di Bumi Wonorejo dan mengancam dengan beberapa tindakan kekerasan.

Korban ancaman masyarakat, Thobias Zonggonau di Nabire, Senin (4/2) mengatakan sangat menyesal dengan tindakan warga Intan Jaya yang mengancamnya di kediaman pada Sabtu (2/2) lalu. Karena, keputusan KPU atas 10 nama calon anggota KPU Intan Jaya merupakan hak KPU RI. Sedangkan dirinya sebagai rakyat biasa, tidak tahu menahu dengan masalah rekrutmen tersebut.

Ia menambahkan, tindakan tersebut patut disesalkan karena masyarakat kecil seperti Thobias Zonggonau menjadi sasaran dari kekecewaan pihak-pihak tertentu yang tidak puas atas keputusan KPU RI. Semestinya, jika tidak puas atas putusan tersebut, melakukan protes dan mempertanyakan masalahnya kepada pihak yang berkepentingan yakni KPU RI, bukan kepada sesama rakyat kecil.

Menurut Zonggonau, pada hari kejadian, rombongan masyarakat mendatangi kediamannya dengan menggunakan 2 buah kendaraan roda empat dan 6 motor dengan membawa senjata tajam dan alat perang suku dipimpin MM dan HM. Setibanya di rumah, massa membunuh 3 kor anjing penjaga rumah, satu diantaranya dipotong dengan parang.
 
Ia menambahkan, tidak hanya itu. Massa juga melempari rumah dengan batu sehingga dua jendela pecah dan hancur, dan membabat tanaman di sekitar rumah dan menunjuk-nunjuk Thobias dengan busur dan anak panah. Ancamananya tidak hanya tanaman, rumah dan anjing, isterinya, Adelina Kobogau, mama tua serta anak-anak juga dikejar oleh HM bersama massa berlari ke arah kebun.

Zonggonau mengurai, saat massa keliling puter-putar rumah, MM yang juga sebagai salah satu penggerak massa dengan nada tegas mengatakan, “Kamu orang Zonggonau yang merusak Kabupaten Intan Jaya, sekarang saya mau habiskan kamu semua”. Sebelum masa pulang, MM dengan nada keras mengancam, “Hari ini saya bunuh kamu punya anjing piaraan dan besok saya akan bunuh kamu seperti kamu punya anjing,” tutur Zonggonau menirukan kata-kata ancaman.

Menurut Thobias, ancam sebagian masyarakat Intan Jaya di Nabire tersebut sudah dilaporkan kepada pihak berwajib khususnya kepada Polres Nabire agar diproses secara hukum. Masalah ancaman terhadap dirinya sudah dilaporkan kepada polisi karena keputusan di pusat imbasnya kena kepada masyarakat kecil di daerah. (ans)

Dibaca 226 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX