Di Serui, Anak Tikam Ibu Kandungan Hingga Nyaris Tewas | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Pelaku saat diamankan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku saat diamankan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Di Serui, Anak Tikam Ibu Kandungan Hingga Nyaris Tewas

Kriminal Penulis  Rabu, 06 Februari 2019 20:35 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Anak DURHAKA, itu yang patut disampaikan kepada LFD pria berusia 22 tahun, warga Kando Warira Distrik Anotaurei Kabupaten Kepulauan Yapen, bagaimana tidak, ibu kandung yang melahirkan dan membesarkan dirinya hingga dewasa, nyaris tewas ditikam menggunakan pisau dapur, Rabu (6/2) dinihari.

Data yang dihimpun dari Polda Papua, menyebutkan kejadian naas itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIT, ketik itu pelaku LDF pulang kerumahnya dalam pengaruh minuman keras dan cek-cok dengan sang istri. Karena tersungut emosi Pelaku mengejar istrinya menggunakan pisau, namun diteraikan oleh korban Aksamina Kurni (50) yang merupakan ibu kandung dari pelaku. Tanpa banyak basa-basi pelaku langsung menikam ibunya sendiri menggunakan pisau yang dibawa pelaku.

Atas kejadian itu Aksamina Kurni (50) yang merupakan ibu kandung dari pelaku harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat, akibat luka tikaman cukup serius dibagian perut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengungkapkan saat ini LFD yang merupakan pelaku telah diamankan di rumah tahanan Polres Kepulauan Yapen guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian, saat ini pelaku sudah mendekam di penjara. Selain mengamankan pelaku pisau yang digunakan pelaku pun telah diamankan untuk dijadikan barang bukti," ungkapnya, Rabu (6/1) siang.

Ia menyayangkan kejadian naas itu, dimana aksi yang dilakukan pelaku sangat tidak terpuji mengingat korban tidak lain merupakan ibu kandungnya sendiri.

"Kasus ini sangat miris, bukannya anak membahagiakan orang tua, malah sebaliknya. Dan kasus ini merupakan kasus yang disebabkan akibat mengonsumsi minuman keras," tuturnya.

Lanjut Kamal, atas perbuatannya LFD dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Dibaca 315 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.