Refleksi HUT PI ke 164 | Pasific Pos.com

| 20 April, 2019 |

Refleksi HUT PI ke 164

Papua Barat Penulis  Rabu, 06 Februari 2019 12:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Pdt Weyai Ajak Umat Kristen Contohi Kepribadian Nabi Yesaya

 

Bintuni, TP - Seluruh umat GKI yang ada di wilayah pelayanan Klasis Teluk Bintuni khusus yang berada di lingkungan I dan II melaksanakan ibadah syukur memperingati masuknya Injil di Tanah Papua yang ke-164 tahun, Selasa (5/2).

Ibadah yang dipusatkan di Jemaat GKI Bethesda Waraitama ini, dihadiri sejumlah pejabat daerah diantaranya, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, Ketua DPRD Teluk Bintuni, Buce Maboro, Pimpinan TNI dan Polri, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah daerah (Pemda) Teluk Bintuni dan pimpinan lembaga vertical lainnya.

Ibadah yang dihadiri ratusan jemaat ini, dilayani oleh dua Hamba Tuhan yakni, Pdt Blandina Weyai, S.Th (pelayan firman) dan Pdt Ivone Bawole, S.Th (liturgi).

Dalam perenungan yang dibawakan Pdt Weyai dari pembacaan Alkitab, Yesaya 6:1-13 menyoroti tentang cara hidup Nabi Yesaya yang selalu mengikuti perintah Tuhan. Dimana, dalam menjalani hidupnya, Nabi Yesaya dikatakan lebih mengutamakan kepentingan Tuhan.

“Yesaya sebagai orang berpendidikan tapi selalu merendah dihadapan Tuhan. Ia tidak pernah menyombongkan dirinya dihadapan orang lain. Akan tetapi, ia justru memakai kepintarannya untuk memuliakan Tuhan,” kata Weyai.

Napak tilas perjalanan 164 tahun Injil di Tanah Papua, Weyai mengingatkan kepada seluruh umat agar selalu merendahkan diri seperti halnya yang dilakukan oleh para Nabi secara khusus dua penginjil, Carl Willem Ottow dan Johann Gotlob Geissler.

“Tantangan yang ditemui kedua Hamba Tuhan (Ottow dan Geissler) ketika menginjakkan kaki mereka di Tanah Papua sungguh berat. Tapi, mereka dengan tekun dan berdoa untuk tetap melaksanakan misi Tuhan. Dan hari ini, kita menikmati hasil perjuangan mereka,” ungkap Weyai.

Weyai menyatakan meski Injil telah menerangi Tanah Papua, namun masih ada sejumlah masalah yang menjadi pergumulan GKI di zaman sekarang.

Oleh sebab itu, Weyai mengajak seluruh umat memaknai perjuangan Ottow dan Geissler sebagai pedoman.

“Hanya dengan merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui segala dosa maka Tuhan akan memulihkan kita. Melihat semangat Ottow dan Geissler, hendaknya menjadi pedoman kita untuk melayani,” tandas Hamba Tuhan ini. [VLI-R4]

Dibaca 339 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX