Seludupkan Vanili, Satgas Pamtas Amankan 5 WNA Asal PNG | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/Dirgahayu saat mengamankan 21 Kg Vanili. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/Dirgahayu saat mengamankan 21 Kg Vanili.

Seludupkan Vanili, Satgas Pamtas Amankan 5 WNA Asal PNG

Kriminal Penulis  Senin, 04 Februari 2019 21:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/Dirgahayu yang berada di Pos Pitewi Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, berhasil mengamankan sebuah kendaraan jenis Toyota Avanza dengan nopol DS 1882 AN yang membawa 21 Kg Vanilli illegal tanpa dilengkapi dokumen resmi, Minggu (3/2) sore.

Diamankan penyelundup puluhan kilogram Vanilli ini bermula pada pukul 17.45 WIT saat Serda Fathkur Rohman melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang lewat di depan Pos Pitewi. Ketika sedang melintasi Pos, mobil tersebut diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan, lalu didapati Vanilli tanpa dilengkapi dokumen resmi di dalam mobil.

Komandan Pos (Danpos) Pitewi Lettu Inf Herlansyah langsung mengamankan 6 orang yang berada dalam mobil tersebut untuk dimintai keterangan. Diketahui indentitas mereka yakni SK (27) Warga Skofro sebagai supir, serta 5 orang penumpang merupakan Warga Negara PNG, antaralain E (50), L (15), B (21), T (22) dan D (21) yang masuk tanpa melalui prosedur resmi (pelintas batas illegal -red).

Menurut pengakuan kelima penumpang tersebut, bahwa Vanilli itu akan dijual di daerah Jayapura. Setelah itu mereka akan kembali lagi ke PNG.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/Dirgahayu, Mayor Inf Erwin Iswari ketika dikonfirmasi, Senin 4 Februari 2019, mengatakan, bahwa ini merupakan kali kedua Personel Satgas mengamankan puluhan kilo Vanilli illegal selama bertugas kurang lebih 3 bulan di Perbatasan RI-PNG.

“Ini merupakan kali kedua kami mengamankan Vanilli illegal yang dibawa tanpa adanya dokumen resmi, sebelumnya kami juga mengamankan puluhan Kilo Vanilli illegal yang tidak disertai dokumen resmi. Saya selalu menekankan kepada Personel Saya untuk selalu waspada dan teliti terhadap peredaran barang-barang terlarang dan barang-barang illegal,” terang  Mayor

Erwin sembari menjelaskan jika pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua, pihak imigrasi serta kepolisian.

Dibaca 178 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.