Jual Ganja, JPU Tuntut Roy Yumame 10 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar | Pasific Pos.com

| 14 December, 2019 |

Jual Ganja, JPU Tuntut Roy Yumame 10 Tahun Penjara dan Denda 1 Miliar

Papua Barat Penulis  Sabtu, 02 Februari 2019 11:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Decyana Caprina, SH menuntut terdakwa, Yunus Roy Yumame alias Roy (21 tahun) dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar subsider 6 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Kamis (31/1) sore.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Faisal M. Kossah itu menyangkut tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 jenis Ganja.

Di samping itu, JPU juga meminta barang bukti berupa Ganja seberat 140,06 gram, 1 kaleng rokok Gudang Garam, 1 kantong plastik hitam berukuran besar dan 2 kantong plastik hitam berukuran kecil dirampas negara untuk dimusnahkan. Sedangkan barang bukti uang tunai sebesar Rp. 900.000, dirampas untuk negara.

Decyana Caprina mengisahkan, saat itu terdakwa, Roy dan saksi Naf bertemu Berti (masuk dalam daftar pencarian orang) di salah satu asrama di Amban, Manokwari, Minggu (15/8/2018) sekitar pukul 19.00 WIT.

Dalam pertemuan itu, Berti menyerahkan 1 kantong plastik hitam berukuran besar yang di dalamnya terdapat 2 kantong plastik putih berisi 166 bungkus plastik bening berukuran kecil berisi Ganja untuk dijual ke terdakwa.

Setelah menerima paket Ganja itu, Roy ke rumahnya di SP 3, Prafi dan menyimpan Ganja di bawah lemari kamarnya, sedangkan Naf pergi bersama Berti.

Pada Senin (16/8/2018) sekitar pukul 21.00 WIT, terdakwa menjual Ganja ke Khoirul (masuk dalam daftar pencarian orang) sebanyak 1 bungkus plastik bening berukuran kecil seharga Rp. 100.000 dan Awil (masuk dalam daftar pencarian orang) sebanyak 3 bungkus plastik bening berukuran kecil seharga Rp. 300.000.

Selanjutnya, Selasa (17/8/2018) sekitar pukul 15.00 WIT, terdakwa kembali menjual Ganja untuk Dimas (masuk dalam daftar pencarian orang) 2 bungkus plastik bening berukuran kecil seharga Rp. 200.000. Keesokan harinya, terdakwa kembali menjual Ganja terhadap orang yang sama sebanyak 1 bungkus seharga Rp. 100.000.

Ditambahkan JPU, Kamis (19/8/201) sekitar pukul 12.00 WIT, terdakwa mengambil 11 bungkus Ganja lalu dimasukkan ke dalam kaleng rokok Gudang Garam untuk dijual, tetapi terdakwa berhasil ditangkap polisi di Jl. Pendidikan, SP 3 Prafi, sekitar pukul 12.15 WIT, kemudian melakukan penggeledahan di rumah terdakwa.

Dari penggeledahan itu, polisi menemukan barang bukti 50 bungkus plastik bening berukuran kecil berisi Ganja dan 97 bungkus plastik bening berukuran kecil berisi Ganja kering dan uang hasil penjualan sebesar Rp. 900.000. Berdasarkan hasil berita acara timbang barang dari Kantor PT Pegadaian Cabang Manokwari tertanggal 21 Juli 2018, berat keseluruhan barang bukti 140,06 gram.

Dengan dmeikian, JPU menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum, menjual, menerima, dan menjadi perantara dalam jual beli Ganja. Untuk itu, terdakwa dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Perbanyak berdoa supaya Allah memudahkan urusan Anda, sehingga bisa mendapatkan putusan yang ringan,” pinta hakim usai JPU membacakan tuntutannya. [BOM-R1]

Dibaca 204 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.