Bareskrim Polri Ambil Ahli Kasus Pemerasan yang melibatkan Kadishut Papua | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Kadis Kehutanan Papua JJO saat diperika di Polda Papua. Kadis Kehutanan Papua JJO saat diperika di Polda Papua.

Bareskrim Polri Ambil Ahli Kasus Pemerasan yang melibatkan Kadishut Papua

Headline Penulis  Rabu, 30 Januari 2019 11:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – Usai menjalani 20 hari pertama masa penahanan Kadis Kehutanan Papua inisial JJO untuk pendalaman penyidikan, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (Bareskrim Polri) mengambil alih penanganan kasus dugaan pemerasan yang melilit tersangka tersebut. Dimana kasus ini sebelumnya ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua.

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat ditemui awak media di Media Center Polda, Selasa 29 Januari 2019, mengatakan jika saat ini penyidik Bareskrim Polri tengah melengkapi berkas penyidikan dengan memeriksa 11 saksi tambahan.

"Yang bersangkutan (JJO) beberapa hari kedepan akan segera dibawa ke Mabes Polri setelah 11 saksi tambahan ini diperiksa oleh penyidik Bareskrim untuk melengkapi berkas perkarnya," terangnya, Selasa sore.
Ia menuturkan, terdapat beberapa pertimbangan sehingga kasus tersebut ditarik oleh Bareskrim Porli. Diantaranya, agar proses penyidikan kasus itu lebih cepat, transparan dan akuntabel.

"Kasus ini melibatkan Kadis Kehutanan yang se-level dengan Direktorat maupun instansi di tingkat Provinsi. Tersangka JJO ini juga merupakan mitra dari Polda Papua. Karena itu, agar kinerja penyidik ini tidak terpengaruh makanya diambil alih sehingga prosesnya lebih independent. Penanganannya pun lebih objektif," jelasnya.

Selain itu, penarikan kasus ini dimaksud agar memudahkan Polri dalam mengungkap mafia ilegal logging di wilayah Indonesia timur, dimana Papua merupakan asal kayu itu. Hal ini mengingat adanya sejumlah kasus illegal logging asal Papua yang berhasil diungkap oleh TNI - AL dan pihak lainnya di Makassar dan Surabaya.

"Ini menjadi pertimbangan dari Bareskrim Mabes Porli juga agar komunikasinya nanti lebih cepat. Kasus ilegal logging ini tidak berdiri sendiri, pasti ada oknum-oknum lainnya yang terlibat. Benang merahnya ini yang sedang didalami," kata Kamal.

Sebelumnya, pada tanggal 11 Januari lalu, Bareskrim Mabes Polri telah megambil alih penanganan kasus dugaan suap pengusaha kayu dengan tersangka FT, yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satgas Saber Pungli Papua di Kantornya yang beralamat di Jalan Asarama Haji Kotaraja, Distrik Abepura, pada akhir November 2018 lalu.

Selain menyerahkan berkas perkara tersebut, penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Papua juga menyerahkan barang bukti uang tunai hasil OTT sebesar Rp 500 juta.

Polda Papua pun telah menangguhkan penahanan tersangka FT, demi mengembangkan kasus ini selama penanganan di Jakarta. Sepenuhnya proses penanganan kasus ini telah menjadi kewenangan Bareskrim Polri.

“FT diduga diperintahkan JJO untuk meminta sejumlah uang kepada PT. SDT yang terlilit kasus ilegal logging dengan maksud menyelesaikan kasus tersebut. Ia mengaku sebagai suruhan dari Kadis Kehutanan Papua inisial JJO untuk penyelesaian kasus pembalakan liar di daerah Nimbontong, Jayapura,” kata Direktur Reskrimsus Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono dalam keterangannya, tak lama setelah FT diamankan.

Dibaca 71 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.