MRPB akan Dorong Yayasan Diaspora Menjadi Sekolah Negeri, Bukan YPK | Pasific Pos.com

| 19 April, 2019 |

MRPB akan Dorong Yayasan Diaspora Menjadi Sekolah Negeri, Bukan YPK

Papua Barat Penulis  Selasa, 29 Januari 2019 15:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) akan mendorong Yayasan Diaspora mulai tingkat PAUD, SD, SMP hingga perguruan tinggi menjadi sekolah negeri.

Ketua Pokja Agama, MRPB, Albert Bahamba menjelaskan, tahun ini, pihaknya akan memperjuangkan 3 Yayasan Diaspora di tingkat SMA di Provinsi Papua Barat menjadi sekolah negeri, diantaranya Yayasan Diaspora di Kabupaten Manokwari, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Sorong.

“Alasan kami kenapa sampai yayasan ini dinegerikan, karena sampai hari ini Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama belum menerima guru agama, khususnya Protestan, karena belum ada fasilitasnya, sehingga kita siapkan fasilitasnya agar saudara kita yang bawa berkas ke Kanwil bisa diterima,” jelas Bahamba kepada Tabura Pos di Kantor MRPB, Senin (28/1), seraya meluruskan bahwa Yayasan Diaspora yang akan dinegerikan, bukan Yayasan Persekolah Kristen (YPK).

Sejauh ini, kata Bahamba, MRPB sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat untuk mendorong ketiga Yayasan Diaspora di Papua Barat menjadi sekolah negeri.

“Kami sudah koordinasi, berkasnya sudah ada di Menpan dan tinggal menunggu SK kementerian. Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Kaimana, karena sebelumnya yayasan ini mendapat bantuan dari pemerintah dan pada prinsipnya pemerintah daerah setuju agar bisa mendapat bantuan dari kementerian,” terang Bahamba.

Ia menambahkan, setelah ketiga Yayasan Diaspora di tingkat SMA berhasil didorong menjadi sekolah negeri, maka MRPB akan mendorong lagi dari PAU, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

“Kalau untuk perguruan tinggi, Yayasan Diaspora di Papua Barat belum ada, sehingga akan kita dorong,” tandas Bahamba. [SDR***-R1]

Dibaca 160 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.