OAP Jangan Jual Tanah, Isaias: Tanah Ini Mama Kita | Pasific Pos.com

| 20 February, 2019 |

OAP Jangan Jual Tanah, Isaias: Tanah Ini Mama Kita

Papua Tengah Penulis  Selasa, 29 Januari 2019 10:00 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Orang Asli Papua (OAP) khususnya, masyarakat kepulauan, pesisir, pinggiran dan pada umumnya masyarakat orang asli yang ada di Kabupaten Nabire jangan jual tanah, karena tanah ini adalah mama kita dan ketika dijual kepada orang lain ini lebih berbahaya bagi kita sendiri sehingga sebelum berpikir yang baik secara manusiawi.

Hal ini diungkap Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.MAP, di sela-sela launching data base penduduk OAP dari suku Nabire, pada hari Senin (28/1) bertempat di aula DPU Kabupaten Nabire.

Dikatakan, kamu belum merasakan coba bandingkan dengan diluar, Tuhan berikan dan tentukan bagi kita orang Papua punya kekayaan yang luar biasa. Kerja dan olah itu dari siapa’ kita perlu berpikir banyak demi dan untuk anak cucu kita kedepan, bukan kepentingan bagi sekarang kita orang tua maka hari ini kita tindaklanjuti instruksi Gubernur Papua betul-betul orang asli Papua.

Alam Papua luas, perlu dijaga, dilindungi, dirawat dan lain sebagainya. Orang membujuk kita selalu terima dan dengar saudaraku bisa tapi anak cucumu kemanakan dan hidup kehidupan anak itu kedepannya, semesti orang tua renungkan dan pahami secara baik.

“Kalau saudara-saudari kalian jual tanah, kalian punya saudara-saudari itu pasti akan habis hingga sebelum melangkah selanjutnya dapat menahan diri secara konsukwensi yang baik dan benar agar kedepan hidup anak cucu kita tidak mengalami kesulitan untuk tempat tinggal dan tanah yang dia kelola selama dia hidup,” ujar bupati.
 
Sesuai instruksi Gubernur Papua, maka OAP dari suku asli Nabire kita harus kembali data ulang, agar kita di wilayah Meepaga khususnya Nabire, baik dari kepulauan, pesisir maupun dipinggiran. Hal ini sangat penting dalam rangka implementasi Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Papua.

“Papua ini diibaratkan perempuan yang cantik, yang diperebutkan banyak orang, karena melihat kekayaan alam Papua yang melimpah. Saya minta pada hari ini orang Papua tidak boleh jual tanah atau lokasi, ingat anak cucu kedepan,” pungkasnya.(modes)

Dibaca 36 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.