Goram Gaman Nilai Pertumbuhan Pelaku Usaha Orang Asli Papua Masih Lambat | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Goram Gaman Nilai Pertumbuhan Pelaku Usaha Orang Asli Papua Masih Lambat

Papua Barat Penulis  Senin, 28 Januari 2019 11:52 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Anggota Komisi D DPR Provinsi Papua Barat, Abraham Goram Gaman mengakui tentang semakin meningkatnya aktivitas perekonomian di Manokwari dan Kota Sorong dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lanjut dia, meski aktivitas perekonomian di Manokwari mengalami peningkatan, tgetapi secara khusus untuk pelaku usaha, khususnya orang asli Papua, masih tertinggal. Sebab, orang asli Papua sebagai pelaku usaha kecil menengah (UKM), masih sedikit dibandingkan pelaku usaha dari daerah lainnya.

“Bila dilihat dari esensi orang asli Papua sebagai pelaku usaha, memang bergerak, tetapi bergeraknya lambat dibandingkan teman-teman Nusantara,” kata Goram Gaman kepada para wartawan di Kantor DPR Papua Barat, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keterlambatan pertumbuhan orang asli Papua sebagai pelaku usaha, dipengaruhi pola hidup di dunia usaha, dimana orang asli Papua baru beradaptasi dengan orang Nusantara yang terlebih dahulu sebagai pelaku usaha dengan karakter bisnisnya.

Ia menambahkan, selain pola hidup, faktor lain yang membuat orang asli Papua lambat dan perekonomian, akibat tidak adanya kemauan dan kurangnya dukungan dari pemerintah.

“Harus ada lembaga khusus untuk mengakomodir orang asli Papua, memberikan pembinaan, peningkatan kapasitas agar bisa keluar dari kebiasaan lama, yakni kebiasaan konsumtif menjadi kebiasaan berproduksi, tentu dengan anggaran yang sudah disediakan. Ini harus jadi konsentrasi kita, karena orang asli Papua harus berkompetisi dengan saudara-saudara dari luar yang datang ke sini dengan tujuan bisnis,” tandas Goram Gaman.

Menurutnya, bila pemerintah dan stakeholder yang berkecimpung di dunia usaha tidak bersinergi menyiapkan hal itu, maka orang asli Papua di Papua Barat akan selalu tertinggal dan tetap sebagai konsumen dibandingkan yang lain, terlebih di zaman ekonomi global seperti sekarang ini.

Dikatakan Goram Gaman, pemerintah memang sudah mulai bergerak untuk mengubah kebiasaan orang asli Papua dari berkebun menjadi berdagang atau selaku pelaku UKM, hanya saja belum bisa dikatakan berhasil. Sebab, kata dia, untuk mengubah kebiasaan dan kemauan orang asli Papua menjadi pelaku usaha, tidak hanya sekedar memberikan modal usaha, lalu dibiarkan begitu saja.

“Tetap butuh pendampingan yang terus-menerus dari pemerintah. Proses evolusi manusia dari kebiasaan yang lama ke yang baru, membutuhkan proses, kecuali kalau ada keinginan dan kemauan, maka prosesnya tidak terlalu lama. Kenapa begitu, saya sudah pengalaman melakukan pendampingan di Asosiasi Home Stay di Raja Ampat,” tukasnya.

Goram Gaman menyarankan agar pemerintah mengubah pandangan di bidang ekonomi, karena selama ini program ekonomi oleh pemerintah masih dipandang sebagai program pilihan, bukan program wajib.

“Memang sesuai program Pemerintahan Pusat, selama ini program ekonomi masih menjadi program pilihan, sehingga anggaran yang disediakan lebih sedikit daripada program wajib, makanya anggaran di PU lebih besar. Kalau memang mau meningkatkan IPM kita, maka dinas-dinas yang memiliki urusan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, ditambah anggaran dan jadikan program ekonomi menjadi program wajib,” tandas Goram Gaman yang juga anggota Fraksi Otsus ini. [SDR-R1]

Dibaca 195 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX

Berita Terkini