Dewan Dukung Sikap Gubernur Papua Tolak Penambahan Lahan Freeport | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Yonas Alfons Nussy. Yonas Alfons Nussy.

Dewan Dukung Sikap Gubernur Papua Tolak Penambahan Lahan Freeport

Headline Penulis  Rabu, 23 Januari 2019 20:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Sikap tegas Gubernur Papua, Lukas Enembe yang menolak memberikan penambahan lahan seluas 1000 hektar kepada PT Freeport Indonesia, tampaknya didukung oleh Anggota DPR Papua, Yonas Alfons Nussy.

Bahkan tandas Nussy,  masalah penambahan areal Freeport tidak bisa serta merta memberikan izin sebelum ada komunikasi dengan pemilik ulayat secara musyawarah.

"Dan hingga kini, belum pernah ada forum dan disepakati pemberian area tanah mereka dari masyarakat adat kepada investor termasuk Freeport meski, ada rekomendasi dari menteri," ungkap,  Yonas Nusy kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/1/19),

Mengenai penambahan areal Freeport, Yonas Nussy menandaskan,  bahwa meski Papua wilayah NKRI tapi tanah ini adalah tanah adat, wilayah hukum adat, sehingga harus dihormati kedaulatannya.

"Hak-hak masyarakat adat belum diberikan. Apalagi ini masuk area taman Lorentz. Kalau diperluas dengan cara-cara kurang tepat itu tidak terpuji," tandas Nussy.

Menurutnya, semestinya hal-hal lain dislesaikan dulu agar masyarakat tahu Freeport benar-benar menghormati hak-hak masyarakat adat.

"Jadi kalau areal Freeport ini  ditambah, kami khawatir akan terjadi gesekan di masyarakat adat terkait wilayah batas hak ulayat dan antara kabupaten," ujarnya.

Sehingga apa yang disampaikan oleh gubernur Papua, dinilai ini juga bagian dari melindungi hak masyarakat adat agar masyarakat adat mendapat hak mereka semestinya.

"Jadi apa yang disampaikan gubernur itu bagian dari harapan rakyat agar Freeport lebih terbuka dan memberikan hak-hak masyarakat adat. Kami khususnya unsur adat mendukung sikap gubernur  dan menolak perluasan area Freeport," tegas Nussy. (TIARA)

Dibaca 196 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.