Ini Tanggapan Anggota DPR Soal Raja Ampat Ditetapkan Kota Kecil Terkotor | Pasific Pos.com

| 17 February, 2019 |

Ini Tanggapan Anggota DPR Soal Raja Ampat Ditetapkan Kota Kecil Terkotor

Papua Barat Penulis  Minggu, 20 Januari 2019 08:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menobatkan Kabupaten Raja Ampat dan Kota Sorong sebagai kota kecil berkategori terkotor di Indonesia.

“Kami juga sangat kaget kalau memang kota di ufuk timur yang dijuluki surga dunia, kemudian ditetapkan masuk 10 besar kota terkotor di Indonesia,” kata anggota DPR Papua Barat, Demianus E. Rumpaidus kepada para wartawan Kantor DPR Papua Barat, Jumat (18/1).

Lanjut dia, meski terkejut dengan penilaian itu, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat dan masyarakat, tentunya tidak bisa menolak penilaian itu, karena penilaian berdasarkan survei.

Menurut Rumpaidus, dengan penobatan Kabupaten Raja Ampat sebagai kota terkotor, ada catatan yang harus dicermati, ada yang salah dengan cara penanganan masalah kebersihan.

Di samping itu, ia mengatakan, dengan penobatan Raja Ampat sebagai kota terkotor, tentu akan berdampak terhadap sektor pawiwisata, karena Raja Ampat sudah terkenal sebagai tempat wisata yang mendunia.

“Saya minta semua masyarakat dan pemerintah bisa memperhatikan kebersihan, karena kabupaten ini adalah kabupaten pariwisata, terkenal secara internasional, lalu pemerintah menetapkan kota terkotor, tentu akan berdampak,” katanya.

Ia pun menyarankan Pemkab Raja Ampat membentuk dinas yang secara khusus menangani sampah jika belum ada. “Harapan kami, tentu Pemkab Raja Ampat harus membenahi ini secepatnya. Kalau dinasnya sudah ada, berdayakan masyarakat lokal untuk membersihkan sampah,” pintanya.

Di sisi lain, Rumpaidus meminta Pemkab Raja Ampat bisa mengaktifkan lagi bank sampah yang sempat dibangun. “Saya dengar sudah ada bank sampah, tetapi tidak diperhatikan bagus. Mungkin sudah ada anggarannya, tetapi tidak berjalan baik,” katanya.

Menurut dia, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Raja Ampat terbesar disumbangkan sektor pariwisata, sehingga diingatkan untuk memperhatikan kebersihan supaya tidak mengganggu atau mengurangi kunjungan para wisatawan.

“Kami mendukung langkah yang akan dilakukan Pemkab Raja Ampat. Mungkin Pemkab perlu belu alat daur ulang sampah, sehingga sampah tidak lagi dibuang sembarangan dan memiliki nilai ekonomis,” pungkas Rumpaidus. [SDR-R1]

Dibaca 72 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.