Bawaslu Fakfak Periksa 2 Saksi Dalam Dugaan Money Politic | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Bawaslu Fakfak Periksa 2 Saksi Dalam Dugaan Money Politic

Papua Barat Penulis  Minggu, 20 Januari 2019 08:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Fakfak, PbP – Bawaslu Kabupaten Fakfak telah memeriksa sejumlah saksi, Rabu (16/1), terkait dugaan money politic (politik uang) saat kampanye terbatas Partai Hanura di Kampung Katemba, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, 13 Januari 2019.

Saksi yang diperiksa Bawaslu, yakni warga atas nama Wa Mulyani dan Wa Hadijah. Wa Mulyani diperiksa komisioner Bawaslu, Yanpith Kambu dan Wa Hadijah diperiksa komisioner Bawaslu, Fahry Tukuwain.

Wa Mulyani menerangkan, kehadirannya dalam kampanye, selain berperan menyajikan makanan untuk peserta kampanye, dirinya juga memiliki hubungan keluarga dekat, yakni sepupu dari Abdul Rahim, salah satu caleg DPRD Kabupaten Fakfak 2019 dari Partai Hanura.

Dia membenarkan menerima uang sebesar Rp. 600.000 yang diisi dalam amplop dari Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Fakfak, Baguna Palisoa. Uang tersebut, katanya, diberikan dengan maksud supaya dibagikan untuk petugas konsumsi sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Sementara Wa Hadijah menceritakan, dia hadir sesuai undangan dari pihak keluarga, Abdul Rahman dan membenarkan menerima uang usai kampanye terbatas itu.

“Saat joget terlalu heboh ramai, ibu Baguna memanggil dan memberikan uang dan saya merasa hanya uang saweran,” sebut Wa Hadijah.

Ia menerangkan, pada saat Baguna Palisoa memberikan uang sebesar Rp. 1.500.000, semua orang yang joget melihat dan setelah Baguna Palisoa meninggalkan tempat kampanye, dirinya membagikan uang untuk orang-orang yang berjoget, masing-masing Rp. 100.000.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Partai Hanura Kabupaten Fakfak, Baguna Palisoa mengaku, dia memberikan uang buat ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi untuk acara kampanye terbatas, bukan unsur ajakan untuk memilih caleg dari Partai Hanura, tetapi sebagai bentuk rasa terima kasih.

Hal serupa juga untuk para peserta atau keluarga dari caleg Partai Hanura yang menghadiri acara kampanye terbatas, dimana pemberian uang itu sebagai ucapan terima kasih.

“Kalau Bawaslu mengatakan saya money politic, sangat bertentangan dengan kata hati saya yang sesungguhnya. Sebab, saya ini sudah banyak membantu orang dalam bentuk apa saja. Saya tidak tega melihat orang sudah begitu hadiri acara, dengan begitu kerja keras memasak, sudah tentu belas kasihan dengan memberikan uang yang wajar sebagai ucapan terima kasih,” jelas Palisoa. [MON-R1]

Dibaca 414 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.