Pemilu Tahun 2019, Pemilu yang Berat di Indonesia | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, Wihelmus Degey saat melantik Panitia Pemilihan Distrik (PPD) se Kabupaten Nabire Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, Wihelmus Degey saat melantik Panitia Pemilihan Distrik (PPD) se Kabupaten Nabire

Pemilu Tahun 2019, Pemilu yang Berat di Indonesia

Papua Tengah Penulis  Sabtu, 19 Januari 2019 09:20 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE – Pemilihan Umum (Pemilu) yang kita akan laksanakan pada tanggal 17 April mendatang, merupakan Pemilu yang berat di Indonesia. Bahkan mungkin Pemilu yang terberat di Dunia. Karena, pada Pemlu tahun ini, pada saat yang sama kita akan pilih Presiden dan Wakil Presiden

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, Wihelmus Degey saat melantik Panitia Pemilihan Distrik (PPD) se Kabupaten Nabire di Rumah Makan Sari Kuring, Kamis (17/1) mengatakan pada pencoblosan nanti, 17 April mendatang, pemilih akan dihadapkan dengan lima (5) surat suara di bilik suara yakni untuk pemilihan Presiden/Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota. Setiap pemilih membutuhkan waktu sekitar 11 menit per orang.

Sementara, kata Ketua KPU, waktu pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah dibatasi dari jama 7 pagi hingga jam 11 siang. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dari pelaksana Pemilu khususnya tingkat bawah. PPD sebagai pelaksana Pemilu di tingkat bawah harus kita siap untuk melaksanakan Pemilu dengan aman, jujur dan berwibawa dengan berdiri tegak atas aturan dan perundang-undangan.

Wilhelmus Degey berharap kepada PPD yang baru dilantik hendaknya siap menyesuaikan diri dengan rekan-rekan anggota PPD yang ada. Sebab tantangan pelaksana Pemilu sejak pelantikan hingga pelaksanaan pemungutan suara, tantangannya cukup berat menghadapi Pemilu terberat di Indonesia.

Ketua KPU, Wilhelmus Degey meminta kepada anggota PPD yang baru dilantik agar menanggalkan kepentingan kelompok, keluarga dan pribadi dengan mengacu kepentingan bersama yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

KPU Nabire melantik anggota PPD sesuai dengan keputusan Mahmakah Konstitusi yang mewajibkan anggota pelaksana tingkat kecamatan/distrik sebanyak 5 orang. Oleh karena itu KPU Nabire melantik 2 angota PPD tambahan dari tiga anggota yang sudah diangkat sebelumnya. Pelantikan anggota PPD tersebut disaksikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nabire, Markus Madai. (ans)

Dibaca 177 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.