Pendidikan Keluarga di Kota Jayapura Disambut Baik Warga | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Kepala Seksi Keaksaraan, Kesetaraan dan Pendidikan Keluarga Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd, M.KP saat memberikan buku metode pendidikan keluarga. Kepala Seksi Keaksaraan, Kesetaraan dan Pendidikan Keluarga Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd, M.KP saat memberikan buku metode pendidikan keluarga.

Pendidikan Keluarga di Kota Jayapura Disambut Baik Warga

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Senin, 19 November 2018 10:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura menyelenggarakan program sosialisasi pengasuhan positif (pendidikan keluarga) di empat kampung di Kota Jayapura pada 2018.

Ke empat kampung  dimaksud, yaitu Kampung Tobati, Kampung Yoka, Kampung Skouw Mabo, dan Kampung Holtekamp, sekaligus melaunchin Para-para kelas sebagai metode dari pendidikan keluarga dengan harapan melahirkan generasi cerdas dan berakhlak mulia.

"Ke depan kami akan melakukan hal yang sama di kampung yang lain," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasolo, M.Si melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Drs. Cliford Korwa, M.Pd di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Sabtu (17/11/18).

Cliford menilai, selama menggelar sosialisasi pendidikan keluarga di empat kampung, sangat disambut antusias oleh warga khsususya pada orang tua (ayah dan ibu).

"Ini terlihat dari animo masyarakat sangat besar sekali, dan itu terbukti kami minta untuk setiap kampung 100 orang, namun ternyata kehadiran lebih dari 100 orang," ujar Cliford.

"Ini sesuatu hal yang sangat luar biasa dan respon yang baik dari kepala kampung yang mengajak warganya untuk mendukung pendidikan keluarga," jelas Cliford.

Adanya pendidikan keluarga, kata Clifford, untuk memberikan penguatan kepada orang tua (ayah dan ibu) agar lebih mempersiapkan diri lagi, karena guru yang utama dan pertama bagi anak adalah dalam keluarga.

"Sehingga hal-hal positif yang diajarkan dalam rumah bisa ditularkan juga kepada teman-temannya baik di sekolah dan lingkungan di mana pun anak berada," kata Cliford.

Cliford menambahkan, kerjasama antara orang tua dengan pihak sekolah dapat meningkatkan pendidikan dan kreativitas pada anak.

"Tak hanya sekeder sosialisasi tapi pengawasan yang kami lakukan, yaitu sekolah selalu memberikan laporan tiga bulan sekali ke dinas pendidikan tentang pelaksanaan program pendidikan keluarga," ungkap Cliford.

Kepala Kampung Holtekamp, Husain memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, yang terus mendorong kualitas pendidikan di kampung melalui program pendidikan keluarga.

"Dengan adanya sosialisasi pendidikan keluarga ini sangat bagus sekali agar mendorong para orang tua akan pentingnya pendidikan karena pendidikan dibentuk atas tiga pilar, yaitu pemerintah sekolah dan orang tua. Mari kita berperan dalam pendidikan anak," kata Husain.

Dalam menghadapi tantangan masa depan, Husain menambahkan, anak harus dibekali dengan sumber daya manusia (SDM) yang bagus agar bisa bersaing guna mencapai kehidupan yang lebih baik.

"Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga ini, saya harapkan masyarakat di Kampung Holtekamp bisa mengimplementasikan," jelas Husain.

Dibaca 133 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.