Perkuat Pendidikan Keluarga, Disdikbud Kota Gencar Sosialisasi | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Warga Kampung Skouw Mabo saat mengikuti sosialisasikan pengasuhan positif (pendidikan keluarga) di Balai Kampung Skouw Mabo. Warga Kampung Skouw Mabo saat mengikuti sosialisasikan pengasuhan positif (pendidikan keluarga) di Balai Kampung Skouw Mabo.

Perkuat Pendidikan Keluarga, Disdikbud Kota Gencar Sosialisasi

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Sabtu, 17 November 2018 01:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura gencar mensosialisasikan pengasuhan positif (pendidikan keluarga) untuk menumbuhkembangkan karakter, budaya dan berprestasi peserta didik.

Dimulai dari Kampung Tobati, Kampung Yoka, dan kali Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat sosialisasikan pendidikan keluarga di Balai Kampung Skouw Mabo, Distrik Muara Tami, Kamis (15/11/18).

"Sosialisasi pengasuhan positif bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait pola pengasuhan positif para orang tua (ayah dan ibu) kepada anak-anaknya," ujar Kadisdikbud Kota Jayapura, Dr. Fachruddin Pasolo, M.Si melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Luar Sekolah, Drs. Cliford Korwa, M.Pd.

Sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 30 Tahun 2017 tentang pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan, yang mengamanatkan kepada pihak-pihak sebagai tri sentra pendidikan, yaitu pemerintah satuan pendidikan dan keluarga.

"Pendidikan keluarga sangat penting sekali karena dari keluargalah anak-anak mendapatkan hal-hal perkembangan positif dalam perkembangan karakter anak-anak," ujar Cliford.

Cliford mengakui, pendidikan keluarga sesuai dengan visi misi pemerintah Kota Jayapura, yang beriman, bersatu, sejahtera, mandiri dan modern berbasis kearifan lokal, serta salah satu misi pemerintah kota Jayapura, yaitu peningkatan kualitas sumber daya masyarakat.

"Untuk tahun 2018 ini sesuai dengan program pendidikan keluarga ada di empat kampung, yaitu Kampung Tobati, Kampung Yoka, Kampung Mabo dan Kampung Holtekamp," jelas Cliford.

Dalam mensosialisasikan pendidikan keluarga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura bekerjasama dengan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Papua dan Papua Barat.

Adapun yang disosialisasikan, yaitu menyampaikan informasi terkait pendampingan anak dalam tumbuh kembangnya di era modernisasi, memotivasi orang tua agar lebih aktif terlibat pada perkembangan pendidikan anak.

Selain itu, menumbuhkan kepedulian orang tua terhadap kegiatan-kegiatan di sekolah yang berkaitan dengan perkembangan pendidikan anak, dan melibatkan semua pihak untuk turut mendukung program-program pendidikan keluarga.

Ketua Pokja Pendidikan Keluarga dan BP PAUD DIKMAS Papua dan Papua Barat, La Ode M. Arifin, MA mengatakan orang tua harus masuk ke dunia anak-anak tanpa harus menjadi anak-anak.

"Proses pengasuhan positif lahir dari praktik baik yang berlangsung di dalam rumah. Dalam hal mendidik anak, yaitu melalui mengajarkan, mencontohkan dan membiasakan sebagai bentuk menularkan praktik baik karena pendidikan paling utama adalah orang tua," kata La Ode M. Arifin.

"Intinya, pendidikan positif itu merubah kebiasaan yang tidak positif menjadi sangat positif. Kalau kita puji dan sanjung anak dengan setulus hati, yakin dan percaya akan sukses," ungkap Cliford.

Ondoafi Kampung Skouw Mabo, Yans Mahil Mallo memberikan apresiasi kepada pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang gencar sosialisasikan pendidikan keluarga.

"Pendidikan sudah semakin bagus sampai di tingkat kampung tapi karakter anak belum baik, maka hadirnya pendidikan keluarga ini sangat berguna bagi orang tua agar menjadi paham cara membina anak," kata Yans.

Dibaca 142 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.