Pemprov Papua Gelar Seminar Penelitian Komoditas Unggulan | Pasific Pos.com

| 18 March, 2019 |

Asisten Bidang Umum Sekda Papua Ellysa Auri ketika menyampaikan sambutan pada seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Daerah di Jayapura, Rabu, 14 November 2018. Asisten Bidang Umum Sekda Papua Ellysa Auri ketika menyampaikan sambutan pada seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Daerah di Jayapura, Rabu, 14 November 2018.

Pemprov Papua Gelar Seminar Penelitian Komoditas Unggulan

Info Papua Penulis  Kamis, 15 November 2018 13:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah menggelar seminar hasil-hasil penelitian tentang hasil Inovasi dan pengembangan produk komoditas unggulan di Papua.

Seminar yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Rabu, (14/11/2018) dengan menghadirkan narasumber seperti Dodi Riyadmadji, M. Si, Prof. Hariyadi Kartodiharjo, MS dan Prof. Balthasar Kambuaya, MBA.

Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP.MH dalam sambutan yang disampaikan Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Ellysa Auri, mengatakan Papua memiliki komoditas unggulan seperti Sagu, Kopi, Buah Merah, coklat dan ikan, namun belum mampu untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Melalui seminar ini, diharapkan dapat diketahui penyebabnya dan apa solusinya, sehingga kedepan pengelolaan komoditas unggulan ini dapat diperbaiki dengan inovasi-inovasi teknologi agar menjadi sumber pendapatan bagi sebagian besar masyarakat Papua.

Gubernur mengatakan, pada tahun 2020 Papua akan menjadi tuan rumah PON XX, sehingga mari kita tunjukan bahwa komoditas unggulan yang kita miliki dapat menjadi sumber pangan dan enegeri yang mampu meningkatkan kekuatan bagi atlet.

“PON di Papua ini moment untuk peningkatan pengelolaan sumber daya pertanian khusunya komoditas unggulan di tanah Papua,” ujarnya.

Gubernur juga menyambut baik kegiatan seminar ini sebagai wujud pertanggungjawaban ilmiah terhadap kegiatan penelitian yang telah dilakukan.

“saya menyambut baik kegiatan ini karena fokus penelitian dan pengembangan yang dipilih, bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Asli Papua yang sejalan dengan visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang berkeadilan,” ujarnya.

Selain itu, kata Gubernur, Papua juga mempunyai sumber daya alam hutan luas, yang sering disebut sebagai paru-paru dunia.

Karena itu, saya mempunyai keinginan kuat untuk menyelenggarakan PON XX di Papua karena udaranya masih bersih dan sehat. Saya berharap seminar ini juga dapat memberikan solusi bagaimana sebaiknya masyarakat kita yang hidup di hutan mendapat manfaat dari sumber daya alam hutan ini. Bagaimana peranan dan insentif bagi kita temukan jawabannya, agar mereka yang tinggal di hutan dapat menikmati hasil pembangunan bidang kehutanan. Jangan hanya pengusaha-pengusaha bermodal besar saja yang menikmati hasil hutan kita, tetapi masyarakat kitapun harus ikut menikmati.

Demikian juga, kandungan mineral tanah kita yang dimiliki, tetapi mengapa tambang yang banyak di Papua tidak memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup disekitarnya? Pertanyaan ini juga perlu dijawab melalui seminar ini, agar sumber daya tambang yang kita miliki dapat dikelola dengan baik, perlu dibangun kolaborasi antara pengusaha dan masyarakat setempat, agar masyarakat ikut mendapat manfaat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

“harapan saya hasil penelitian ini benar-benar diimplementasikan sehingga peranan komoditas unggulan, sumber daya hutan dan tambang benar-benar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta mensukseskan PON XX tahun 2020,” pungkasnya.

Dibaca 102 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.