Sosialisasi HIV/AIDS di Kota Jayapura Terkendala RDT | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari.

Sosialisasi HIV/AIDS di Kota Jayapura Terkendala RDT

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 15 November 2018 12:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, sosialisasi HIV dan AIDS terkendala Rapid Dignostic Test (RDT).

"Sosiallisasi HIV dan AIDS dari logistik nasional yang terhambat. Sebenarnya untuk stigma diskriminasi sudah tidak ada," ujar dr. Ni Nyoman di kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (14/11/18).

Meski demikian, Dinas Kesehatan setempat gencar melakukan sosialisasikan bahaya dari virus HIV dan AIDS baik di Puskesmas, sekolah hingga tempat umum dengan tujuan masyarakat tehindar dari penyakit virus HIV dan AIDS.

"Data kami Juni 2018, kami sudah menemukan 6000 kasus dari taget 9000 kasus pengidap HIV dan AIDS. Logistik ada kami tetap bergerak," jelas dr. Ni Nyoman.

Masa remaja merupakan masa yang rentan karena sifat remaja yang selalu ingin tahu dan selalu ingin mencoba segala sesuatu.

"Untuk bisa melindungi diri sendiri, yaitu pelajari bagaimana HIV dan AIDS menyebar, hindari alkohol dan obat-obatan terlarang, melakukan hubungan seks yang aman," kata dr. Ni Nyoman.

Ni Nyoman menambahkan, Jangan pernah berbagi jarum atau alat suntik, hindari menyentuh darah dan cairan tubuh orang lain, dan lakukan perawatan medis jika hamil.

"HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sedangkan AIDS merupakan sebuah penyakit yang disebabkan infeksi dari virus," ujar dr. Ni Nyoman.

Dibaca 144 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.