Kapolda Akui, Porum dan Anak Buahnya Milik Senjata Canggih | Pasific Pos.com

| 18 March, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin

Kapolda Akui, Porum dan Anak Buahnya Milik Senjata Canggih

Kriminal Penulis  Selasa, 13 November 2018 20:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"40 pucuk senjata diduga Hasil Rampasan dari Anggota TNI-POLRI"



JAYAPURA,- Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan sejauh ini data yang didapat, kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Purom Wenda memiliki kurang labih 60 anak buah dan dilengkapi dengan senjata lengkap dan canggih.

“Dari Analisis kami mereka (Puron Wenda) ada sekitar 60an anak buah dan dilengkapi dengan 40 senjata lengkap,” ujarnya saat menggelar pertemuan dan tatap muka bersama awak medis di Mapolda Papua.

Ia menerangkan senjata yang dimiliki Puron dan anak buahnya merupakan senjata dari hasil rampasan saat melakukan aksi penyerangan baik terhadap anggota TNI maupun Polri yang bertugas di wilayah pegunungan Papua.

“Kita tidak pungkiri mereka memiliki senjata jenis Arsenal yang diduga hasil rampasan dari anggota Brimob di Puncak beberapa tahun lalu, selain itu juga ada Minimi milik TNI, serta AK 47 dan senjata laras panjang lainnya termaksud dengan amunisinya,” jelasnya.

Lanjut Sormin, sejauh ini pihaknya sudah melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok dari pimpinan Porum Wenda serta anak buahnya di wilayah Lannya Jaya. Dimana beberapa waktu lalu dirinya bersama dengan beberapa pejabat pemerintahan dan personil gabungan mengunjungi Distrik Balingga yang diduga sebagai basis dari kelompok tersebut.

“Kami sudah dirikan pos keamanan di sana guna mengantisipasi aksi dari kelompok tersebut, termaksud penegakan hukum. Kami tau tempat persembunyiannya mereka dekat dari Pos pengaman saat ini yang dibangun, kalau dibilang hanya tiga bukti tapi untuk temukan tempat mereka butuh waktu cukup lama dan medan yang berat,” ungkapnya.

Dibaca 168 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.