Solidaritas Peduli Uncen Kembali Lakukan Unjuk Rasa | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Solidaritas Peduli Uncen Kembali Lakukan Unjuk Rasa

Sosial & Politik Written by  Kamis, 08 November 2018 21:03 0
Rate this item
(0 votes)

Jayapura, Solidaritas Peduli Uncen  (PSU) kembali melaksanakan unjuk rasa di pintu gerbang Universitas Cenderawasih di Perumnas 3 Waena. Unjuk rasa ini  dilakukan  terkait dengan mahalnya atau meningkatnya biaya pendidikan (SPP). Kegiatan aksi di koordinir oleh Alfas, Castro, Yanto, Frans dan penanggung jawab umum (Luranswau) Ketua BEM Fisip dan diikuti sekitar 250 orang mahasiswa.

Dalam beberapa orasi para pengunjuk rasa ini mengatakan bahwa mereka melaksanakan aksi palang untuk mendengarkan tanggapan dari  Rektor universitas Cendrawasih DR. Ir Apolo Safanpo ST MT terhadap hasil rapat terkait dengan penurunan biaya SPP.

"Kami Mahasiswa universitas cenderawasih akan melaksanakan pemalangan sambil menunggu  rektor universitas Cendrawasih DR. Ir Apolo Safanpo ST MT tiba di tempat ini untuk menjelaskan kepada mahasiswa universitas cenderawasih terkait dengan jumlah minimum SPP," ujar sang orator.

Dikatakannya, penindasan lewat pendidikan yang dilakukan kaum penguasa saat ini, yang tidak ingin memikirkan anak-anak yang latar belakang tidak mampu sehingga kami sebagai mahasiswa universitas peduli dengan persoalan ini.

"Jangan samakan perkuliahan di wilayah Jawa dengan di wilayah Papua, karena kami disini adalah anak petani," ujarnya lebih lanjut.

Tak lama berselang,  Rektor universitas Cendrawasih DR. Ir Apolo Safanpo ST MT tiba untuk menemui mahasiswa dan menjelaskan hasil rapat .

Rektor mengatakan, bahwa hasil rapat yang intinya  penurunan SPP bagi mahasiswa dari Rp 10.000.000, Rp 3.000.000 sampai sebesar Rp 1.000.000 telah disepakati bersama dangan paku anggaran yan garu dan ini diterapkan di Kampus Uncen.

"Saya meminta kepada pengurus BEM Universitas Cenderawasih untuk mensosialisasikan hasil rapat kesempatan bersama ini agar mahasiswa yang belum sempat hadir di tempat ini agar mengetahui dan tidak ada lagi aksi-aksi yang mengganggu perkuliahan," ujar Safanpo dengan tegas.

Mendengar penjelasan ini, mahasiswa yang memgadakan unjuk rasa pun segera membubarkan diri.

Read 65 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.