Diduga Akan Lakukan Suap, Pengusaha Kayu Ditangkap | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

DirKrimsus Polda Papua (kiri) didampingi Kasatgas Saber Pungli dan kabid Humas Polda Papua (kanan) saat menunjukan uang tunai yang diduga akan digunakan untuk melakukan suap penyelesaian kasus yang ditanani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan. DirKrimsus Polda Papua (kiri) didampingi Kasatgas Saber Pungli dan kabid Humas Polda Papua (kanan) saat menunjukan uang tunai yang diduga akan digunakan untuk melakukan suap penyelesaian kasus yang ditanani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan.

Diduga Akan Lakukan Suap, Pengusaha Kayu Ditangkap

Kriminal Written by  Kamis, 08 November 2018 20:49 0
Rate this item
(0 votes)

“Uang Tunai 500 juta diamankan, Nama KadisHut Papua dicatut”



JAYAPURA,- Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Papua berhasil menciduk salah seorang pria yang diketahui berinisial FT lantaran tertangkap tangan hendak melakukan suap penyelesaian kasus ilegal loging yang ditangani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan.

FT ditangkap di kantor  PT.SDT, Selasa (7/11) siang sekitar pukul 14:00 WIT di seputaran Asrama Haji Kotaraja Distrik Abepura. Selain mengamankan pelaku, tim Saber pungli berhasil mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp 500 juta serta dua handphone.

Direktur Reserse Kriminal khusus Polda Papua, Kombes Pol Edy Soasono menuturkan dari hasil pemeriksaan sementara kasus OTT itu terkait dengan illegal loging yang ditangani oleh dinas kehutanan, selain itu juga dirinya (pelaku red) mencatut beberapa nama yang ada di dinas kehutanan Provinsi papua termaksud kepala dinas kehutanan provinsi papua.

“Dia ini ceritanya sebagai penghubung untuk penyelesaian kasus yang telah ditangani oleh dinas kehutanan terkait ilegal logging beberapa waktu lalu di kabupaten Jayapura dengan tersangka P. Dimana FT sendiri merupakan pengusaha kehutanan,” tuturnya Kamis (8/11) siang di Mapolda Papua.

Lanjut Edy, kasus ini masih akan terus didalami dimana dari hasil pemeriksaban disepakati uang kesepakatan untuk penyelesaian kasus itu  senilai Rp 2,5 Milliar dari tawaran senilai Rp.5 Milliar.

“Awalnya ada tawar menawar antara tersangka FT dan P. dimana FT menawarkan uang penyelesaian sebenar Rp.5 M tapi setelah nego akhirnya disepakati Rp.2,5 M dan baru dibayarkan uang tanda jadi Rp 500 juta. Dan saat ini uangnya itu sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti serta akan dibayarkan secara bertahap sebanyak 3 kali,” tuturnya.

Dirinya menambahkan sejauh ini masih akan dikembangkan apakah ada keterkaitan orang dinas atau tidak, mengingat FT telah mencatut beberapa nama termaksud kepala dinas.

“Kami akan lakukan penyidikan lebih lanjut, dan pengakuan ada nama beberapa pejabat itu hanyalah sebatas pengakuan dia saja tapi kita akan kembangkan. Untuk pemanggilan nanti kita lihat kedepanya apakah sebatas kalrifikasi,” terangnya.

Dirinya pun menambahkan dari atas perbuatanya pelaku disangkakan Pasal 368 dan 372 serta UU tindak  pidana korupsi terkait suap. Pasal 5, 11 dan 12  UU nomor 31 tahun 1999 junto  UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan tindak pidana korupsi dengan ancaman 1 tahun dan maksimal seumur hidup.

Read 96 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.