Penyerapan Anggaran Rendah, Picu Dana Transfer Pusat Terlambat | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Penyerapan Anggaran Rendah, Picu Dana Transfer Pusat Terlambat

Papua Barat Written by  Selasa, 06 November 2018 12:15 0
Rate this item
(0 votes)

Manokwari, TP - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat, Abia Ullu mengakui terlambatnya proses pelelangan paket proyek di provinsi Papua Barat.

“Ada paket proyek yang dilelang cepat dan sebagian lagi belum dilelang. Ini ikut mempengaruhi daya serapan kita di Papua Barat masih rendah,” kata Ullu kepada wartawan di kantor Gubernur Papua Barat, Senin (5/11).

Menurutnya, arahan Wakil Gubernur Papua Barat sudah jelas, ada proses pelelangan yang masih bermasalah. Akibatnya, ikut mempengarui daya serap dari dana transfer pusat.

Misalnya, kata dia, dana transfer untuk sumber dana tambahan infrastruktur tahap II yang seharusnya diturunkan Juli, namun sampai saat ini belum ada. “Ini akibat daya serap anggaran di Provinsi Papua Barat,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, BPKAD akan selalu melakukan komunikasi ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Papua Barat supaya mengejar proses pencairan.

Tetapi, lanjut dia, pihaknya tetap berhati-hati, jangan sampai keuangan 100 persen kegiatan di lapangan kurang. “Ini akan menimbulkan resiko. Jadi silahkan volume pekerjaan diseimbangkan dengan proses pencairan anggaran di keuangan,” terangnya.

Ia menambahkan, dana transfer Otonomi Khusus (Otsus) dan dana tambahan infrastruktur tahap II seharusnya diturunkan pada Juli, tetapi hingga bulan November belum ada.

Dikatakannya, untuk tambahan dana infrastruktur sebesar 52 persen, namun persyaratannya 50 persen penyerapan anggaran, dan di lapangan 50 persen untuk proses pencairan tahap berikutnya.

“Jadi kita sudah 52 persen dan agak terlambat kemarin. Pada tahapan pencairan pertama sebesar 30 persen dari anggaran Rp. 1,6 triliun. Tahap II penyerapan 45 persen kurang lebih RP. 720 miliar dari Rp. 1,6 triliun. Jadi kami masih menunggu, mudah-mudahan hari ini bisa tiba karena kami tetap kontak ke pusat untuk pencairan tahap II dan III dana tambahan infrastruktur,” sebutnya.

Menurutnya, untuk pemancingan pencairan tahap ketiga sudah terlambat, sebab seharusnya pencairan tahap III di Oktober. “Jadi sementara tim saya sudah turun ke kabupaten kota, mudah-mudahan hari ini mereka sudah balik dan sudah bisa terjawab untuk dana otsus tahap III 52 persen,” tandasnya. [FSM-R3] 

Read 444 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.